Berita Timor Tengah Utara
Kasus DBD Meningkat Signifikan, Ini Penjelasan Kadis Kesehatan Timor Tengah Utara
belum ada korban jiwa dari Kasus DBD di Kabupaten TTU. Semua pasien DBD berhasil ditangani petugas kesehatan.
Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon
POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) meningkat signifikan.
Hingga saat ini DBD meningkat menjadi 102 kasus di seluruh wilayah Timor Tengah Utara.
Jumlah Kasus DBD di Timor Tengah Utara ini berdasarkan data yang dihimpun Dinas Kesehatan sejak 1 Januari 2024 hingga 13 April 2024.
Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Timor Tengah Utara, Robertus Tjeunfin kepada POS-KUPANG.COM, Selasa, 16 April 2024.
Baca juga: Korban Kebakaran di Desa Letmafo Timur, Kabupaten Timor Tengah Utara Seorang Pengrajin Tenun
Menurutnya, kasus DBD tersebar pada 8 Puskesmas di Timor Tengah Utara. Sedang empat puskesmas mencatatkan kasus DBD terbanyak.
Empat puskesmas dengan kasus DBD terbanyak ini yakni Puskesmas Sasi 27 kasus, Puskesmas Noemuti 30 kasus, Puskesmas Tasinifu 16 kasus, dan Puskesmas Tublopo, 14 kasus. Sedangkan sisa kasus DBD tersebar di 4 puskesmas lainnya.
"(Kasus DBD di Kabupaten Timor Tengah Utara) Meningkat cukup signifikan,"ujarnya.
Robert menegaskan bahwa, belum ada korban jiwa dari Kasus DBD di Timor Tengah Utara. Semua pasien DBD berhasil ditangani petugas kesehatan.
Ia meminta masyarakat Timor Tengah Utara untuk waspada terhadap penyebaran penyakit DBD ini. Selain itu masyarakat juga mesti memperhatikan kebersihan di rumah maupun di pekarangan rumah.
Merespon peningkatan kasus tersebut, Robert mengimbau masyarakat memperhatikan tempat-tempat perindukan nyamuk Aedes aegypti seperti selokan, dan tempat penampungan air serta sampah kaleng bekas di sekitar pemukiman.
"Jadi prinsip 3M harus benar-benar dilaksanakan untuk mencegah DBD,"ujarnya.
Selain itu, apabila anak-anak mengalami gejala panas segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat seperti puskesmas atau polindes ataupun rumah sakit.
Langkah tersebut dilakukan agar yang bersangkutan bisa mendapatkan pertolongan.
Tim Survey Dinas Kesehatan Timor Tengah Utara selalu melakukan pemeriksaan dan pemantauan di lokasi dimana terdapat kasus DBD.
Selain itu, Dinas Kesehatan juga melaksanakan sosialisasi keliling kepada masyarakat terutama di wilayah yang terdeteksi kasus DBD.
Wilayah-wilayah yang terdeteksi kasus DBD akan dilakukan fogging dengan radius 50 meter dari rumah penderita DBD tersebut. (*)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.