Pilpres 2024

Bawaslu RI Temukan Fakta Mengejutkan, Banyak Pemilih Coblos Lebih dari Sekali

Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu RI menemukan fakta-fakta mengejutkan saat pemilu. Bahwa banyak pemilih mencoblos lebih dari sekali.

Penulis: Frans Krowin | Editor: Frans Krowin
ISTIMEWA/POS-KUPANG.COM
LEBIH DARI SEKALI – Bawaslu RI menemukan banyak fakta mengejutkan tentang pelaksanaan Pemilu dan Pilpres 2024. Bahwa ada pemilih yang mencoblos surat suara lebih dari sekali. 

POS-KUPANG.COM – Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu RI menemukan fakta-fakta yang mengejutkan. Salah satunya, adalah ada banyak pemilih yang diduga melakukan coblos surat suara lebih dari sekali.

Fakta itu diungkapkan Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja ketika menyampaikan informasi terbaru mengenai ditemukannya beragam cara pelanggaran saat Pemilu 2024 dan Pilpres 2024, Rabu 14 Februari 2024.

Modus yang terjadi, di antaranya ada pemilih yang mencoblos lebih dari satu kali, juga ada pemilih yang menggunakan hak pilih di tempat pemungutan suara (TPS) yang tidak sesuai dengan KTP miliknya.

"Jadi, ada 2.143 yang mencoblos lebih dari satu kali. Juga ada beberapa kejadian lain seperti ada orang yang memilih bukan KTP yang di wilayah itu," kata Rahmat Bagja di kantornya, Jumat 16 Februari 2024.

Dia juga menyoroti soal kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) yang melanggar aturan dalam contoh kasus di luar negeri.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) mengatakan, parpol pengusung Ganjar-Mahfud, memastikan akan ada langkah hukum gugatan hasil Pilpres 2024 ke Mahkamah Konstitusi (MK) berdasarkan fakta dan laporan yang diterima atas jalannya proses Pemilu 2024 ini.

Menurut OSO, pemilu kali ini adalah pemilu gila karena terlalu banyak undang-undang atau konstitusi yang dilanggar penguasa dan pelaksana pemilu.

Hal itu diungkapkan OSO, usai bertemu dengan Ketum Parpol pengusung Ganjar-Mahfud di Gedung High End, Jakarta Pusat, Kamis 15 Februari 2024, bersama TPN Ganjar-Mahfud seperti ditayangkan Kompas TV.

Hadir dalam pertemuan itu, Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dan pasangan calon nomor urut 3 Ganjar Pranowo dan Mahfud MD.

"Ada banyak undang-undang yang dilanggar. Nanti undang-undang yang dilanggar itu akan muncul dalam beberapa hari ini. Undang-undang loh. Kalau pelanggaran UU, itu pasti pelanggaran terhadap Republik Indonesia, dan itu bahaya," kata OSO.

Menurut OSO dirinya tidak mau berandai-andai soal apa saja yang dilanggar dan menunggu hasil tim hukum yang akan dibentuk nanti.

Kita gak mau berandai-andai ada pasal-pasal di situ, jelas yang dilanggar

"Kedua, semua TPS itu maksimum 300 suara. Ini kok ada laporan seolah-olah paslon mendapatkan 700 suara, 800 suara. Ini gila sudah. Ini Pemilu gila ini," katanya.

OSO menjelaskan, pihaknya akan berpihak pada rakyat dan tidak mau rakyat dibohongi.

"Kita gak mau rakyat dibohongi seperti itu. Nanti adik-adik ini nanti akan mengungkapkan itu semua. Dan nanti rakyat terbuka matanya. Loh kok begini ya," ujar OSO.

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved