Berita Kota Kupang

DPRD Kota Kupang Sebut Peran Masyarakat Penting Cegah Demam Berdarah

pencegahan DBD membutuhkan keterlibatan dari semua pihak, termasuk masyarakat. Sebab, DBD timbul dari pengaruh lingkungan yang tidak sehat. 

Penulis: Irfan Hoi | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/IRFAN HOI
Anggota Komisi IV DPRD Kota Kupang Alfred Djami Wila saat diwawancarai di kantor DPRD Kota Kupang 

"Sementara berproses. Dua Kelurahan ini kita ambil karena memang memiliki jumlah kasus DBD yang cukup tinggi," kata dia. 

Ia berpendapat, penerapan nyamuk Wolbachia ini akan terus dievaluasi, agar mencapai hasil yang maksimal sesuai dengan yang diharapkan. 

"Upaya-upaya seperti fogging dan penaburan larvasida, akan terus dilakukan, namun tentunya sesuai dengan kebutuhan, " kata dia menambahkan. 

Dia mengatakan, biasanya setiap tahun dinkes melakukan upaya fogging hingga 75 kali. Namun, langkah itu kini mulai berangsur menurun. Sejauh ini baru tiga wilayah yang dilakukan fogging untuk pencegahan DBD

Dinkes, kata dia, mengimbau masyarakat agar tetap melakukan upaya pemberantasan sarang nyamuk dari sisi lingkungan, kegiatan 3M Plus

3M plus yang dimaksud adalah menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air dan mengubur barang bekas harus tetap dilakukan serta menaburkan bubuk larvasida di tempat penampungan air. 

Selain itu, setiap di rumah sebaiknya memiliki juru pemantau jentik. Tujuannya agar mencermati pengembangbiakan telur nyamuk karena ada genangan atau tampungan air. (fan)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved