KKB Papua

Takut Dibunuh KKB Papua, Warga Kampung di Nduga Mengungsi ke Kenyam, Pangdam Izak Bilang Begini

Warga beberapa kampung di Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan, terpaksa mengungsi karena takut akan ancaman anggota KKB Papua.

Penulis: Frans Krowin | Editor: Frans Krowin
ISTIMEWA/POS-KUPANG.COM
MENGUNGSI KE KENYAM – Warga dari beberapa kampung di Kabupaten Nduga, kini memilih mengungsi ke Kenyam. Selama di pengungsian, warga bisa menyalurkan hak suaranya pada Pemilu 2024 nanti. 

POS-KUPANG.COM – Warga beberapa kampung di Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan, terpaksa mengungsi karena takut akan ancaman anggota KKB Papua yang berkeliaran di daerah itu.

Fakta ini diketahui, ketika prajurit TNI Polri yang melakukan patroli keamanan, menemukan beberapa kampung dalam kondisi tak berpenghuni.

Hal itu diungkapkan Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Izak Pangemanan kepada awak media saat dihubungi Jumat 26 Januari 2024.

Ia menyebutkan bahwa warga sejumlah kampung itu kini memilih  mengungsi ke ibu kota Kenyam. Pasalnya, mereka takut akan ditembak mati oleh anggota Kelompok Kriminal Bersenjata yang berkeliaran di kampung-kampung tersebut.

"Warga takut karena adanya gangguan KKB di kampungnya sehingga mereka mengungsi ke Kenyam, ibu kota Kabupaten Nduga. Ada juga yang mengungsi ke Timika dan lainnya lari ke Wamena, Kabupaten Jayapura," kata Izak Pangemanan.

Ia mengebutkan bahwa beberapa daerah yang ditinggalkan oleh warganya tersebut, masing-masing Kampung Mapenduma, Kampung Paro, Kampung Yal, Kampung Dal, dan Kampung Mugi.


Warga yang mengungsi tersebut, katanya, sudah didata seluruhnya, sehingga mereka bisa diberikan bantuan untuk kebutuhan sehari-hari. Para pengungsi tersebut hingga kini masih ketakutan, sehingga mereka diperkirakan tak akan kembali ke kampung halamannya untuk jangka waktu yang tidak menentu.

Apakah para pengungsi tersebut bisa menyalurkan hak suaranya pada Pilpres 2024 mendatang? Izak Pangamenan mengatakan bahwa para pengungsi boleh menyalurkan hak suaranya di lokasi pengungsian.

Baca juga: Pimpinan KKB Papua Ultimatum Presiden Jokowi: Hentikan Eksplorasi Tambang atau Perang Sampai Kiamat

Baca juga: Dihantam Prajurit TNI Polri, Tujuh Anggota KKB Papua Ini Tewas di Hutan Papua

Baca juga: Penjabat Bupati Nduga Hampir Mati Diserang KKB Papua, Insiden Diungkap Bayu Suseno

Oleh karena itu, ia meminta jajarannya untuk selalu  waspada. Karena serangan anggota KKB Papua itu sulit diprediksi.

"Prajurit dalam melaksanakan tugas harus senantiasa siaga dan waspada serta tidak boleh lengah. Jika lengah, maka risikonya akan sangat fatal," tandasnya. (*)

Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved