KKB Papua

Penjabat Bupati Nduga Hampir Mati Diserang KKB Papua, Insiden Diungkap Bayu Suseno

Edison Gwijangge, Penjabat Bupati Nduga yang dipercayakan sebagai negosiator pembebasan pilot Susi Air, baru-baru ini hampir mati diserang anggota KKB

Penulis: Frans Krowin | Editor: Frans Krowin
ISTIMEWA/POS-KUPANG.COM
HAMPIR MATI - Kasatgas Humas Damai Cartenz, AKBP Bayu Suseno mengungkapkan hal mengejutkan. Bahwa Penjabat Bupati Nduga, Edison Gwijangge ini hampir mati diserang anggota KKB Papua pimpinan Egianus Kogoya. 

POS-KUPANG.COM – Edison Gwijangge, Penjabat Bupati Nduga yang dipercayakan sebagai negosiator pembebasan pilot Susi Air, baru-baru ini hampir mati diserang anggota KKB Papua pimpinan Egianus Kogoya. Pasalnya, helokopter yang digunakan sang Penjabat Bupati ditembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata tersebut.

Fakta tentang peristiwa itu diungkapkan oleh Kasatgas Humas Damai Cartenz, AKBP Bayu Suseno kepada awak media, baru-baru ini.

“Jadi, Penjabat Bupati Nduga (Edison Gwijangge) itu hampir mati ditembak anggota KKB Papua pimpinan Egianus Kogoya,” ujar Bayu Suseno.

Peristiwa semacam itu, lanjut dia, bukan hanya sekali tetapi sudah berulang kali. Padahal, Edison Gwijangge, merupakan keluarga dekat Egianus Kogoya. Kedua sosok ini memiliki hubungan keluarga satu sama lain.

Sementara terkait pembebasan pilot Susi Airu, Bayu Suseno mengatakan bahwa negosiasi pembebasan pilot tersebut memang dipercayakan kepada Penjabat Bupati Nduga. Soalnya, ia punya hubungan keluarga dekat dengan Egianus Kogoya.

Akan tetapi, katanya, hingga kini upaya negosiasi tersebut senantiasa menemukan banyak kendala. Karena pilot Susi Air, Philips Mark Merthens, dikawal sangat ketat oleh anggota KKB Papua.
Sampai saat ini, katanya, pihaknya masih berusaha untuk membebaskan pilot yang disandera sejak Selasa 7 februari 2023 silam atau hampir setahun pilot itu dalam penyanderaan Egianus Kogoya.

“Pilot masih belum bisa kita selamatkan, karena posisi dijaga ketat Egianus Kogoya,” kata Bayu saat dihubungi awak media  sebagaimana dilansir Pos-Kupang.Com dari Tribunpapua.com, Sabtu 27 Januari 2024.

Meskipun demikian, Bayu memastikan Kapten Philips Mark Merthens dalam kondisi sehat. Bayu mengatakan, Pejabat Bupati Nduga intens berkomunikasi dengan KKB untuk melakukan negosiasi. 

“PJ Bupati Nduga yang intens (berkomunikasi). Melibatkan (Saatgas Damai Cartenz), Kami di belakang untuk gakkum nya. Karena Egianus Kogoya hanya percaya ke Pj Bupati karena ada hubungan keluarga,” ujarnya.

Namun demikian, Bayu mengungkapkan bahwa proses negosiasi juga tidak berjalan mulus. Karena, terkadang (Pj) Bupati Nduga Edison Gwijangge beberapa kali mendapatkan ancaman bahkan serangan dari anggota KKB yang diduga atas perintah Egianus Kogoya.

“Sudah sering (kendala). Hampir mati juga karena helikopter bupati ditembakkan KKB,” tuturnya.

“Pembebasan itu bukan hanya tugas ODC, kami fokusnya ke pemberantasan KKB, hal ini sesuai rencana operasi. Pembebasan sandera ini tugas negara. Seluruh aparatur dan kementerian/lembaga mengemban tugas itu karena yang disandera kan WNA,” kata dia.

Bayu menegaskan pihaknya tetap akan mengedepankan negosiasi untuk mengupayakan pembebasan Kapten Philips.  

“Apabila upaya itu gagal, maka kami akan lakukan upaya hard approach. Namun harus benar-benar diperhitungkan dengan baik agar tidak jatuh korban dari sandera maupun dari masyarakat sipil lainnya,” tambahnya.

Baca juga: Jagoan KKB Papua Dihabisi Satgas Damai Cartenz di Tower Tigamajigi, Senjata Api Keburu Dibawa Lari

Baca juga: TERUNGKAP, Anggota KKB Papua Ini Gunakan Senjata Buatan Pindad untuk Serang TNI Polri

Untuk diketahui, pilot Susi Air merupakan warga negara Selandia Baru. Ia disandera oleh KKB Papua setelah pesawat yang dipilotinya mendarat mulus di Bandar Udara Paro, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, Selasa 7 Februari 2023 lalu.

Setelah pilot disandera, pesawat dengan nomor registrasi PK-BVY tersebut dibakar oleh KKB pimpinan Egianus Kogoya. Sejak itu sampai sekarang, prajurit TNI-Polri masih terus berusaha melakukan penyelamatan tanpa mengorbankan banyak korban jiwa. (*)

Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved