Opini
Program Makan Siang dan Susu Gratis
Menurut informasi dari kubu Pragib jumlah anak sekolah yang akan dilayani 82,9 juta, dengan perkiraan biaya per tahun Rp 400 triliun.
Bahwasanya setelah menang dan berkuasa,program tersebut tak bisa dilaksanakan karena berbagai alasan masuk akal, bisa dicarikan alasan pemaaf.
Niat baik kubu Pragib untuk mengatasi stunting dan menyiapkan generasi muda emas, lebih baik ditempuh melalui program pemberdayaan masyarakat yang selama ini dilakukan Kemensos.
Ada dua cara pemberdayaan masyarakat yakni dengan pemberian modal dan pelatihan serta pendampingan usaha, diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat,sehingga mereka tidak tergantung lagi pada bansos.
Baca juga: Prabowo-Gibran Kuasai Dukungan di Pulau Jawa Disusul Ganjar-Mahfud dan Anies-Muhaimin
Kedua dengan program pahlawan ekonomi nusantara (Pena). Program ini berupa fasilitas modal usaha sebesar Rp 6 juta kepada penerima manfaat. Sejak dilaksanakan Kemensos akhir 2022, sudah ada 5.000 penerima manfaat program Pena (Kompas,Kamis 24-8-2023).
Kubu Pragib dapat meningkatkan anggaran guna mendukung kedua kegiatan itu. Masyarakat yang bernilai tambah karena berusaha dan berproduksi, pasti memperhatikan asupan gizi anak anaknya.
Secinta cintanya negara kepada putra putri bangsa, pasti lebih cinta para orang tua terhadap anaknya.
Kebahagiaan semua orang tua bisa terwujud manakala anaknya sehat, terdidik, berkarakter, dan punya pekerjaan tetap yang menjamin masa depannya. (*)
| Opini: Banalitas Kejahatan dalam Tragedi Perdagangan Orang |
|
|---|
| Opini: KUHP Nasional Ubah Paradigma Hukum Pidana dari Lex Talionis ke Restorative Justice |
|
|---|
| Opini: Interkulturalitas, Misi dan Pilihan Gereja |
|
|---|
| Opini: Kerja yang Menghidupi Sistem Tapi Mematikan Martabat |
|
|---|
| Opini: Grooming Bukan Cinta- Pelajaran Pahit dari Buku Broken Strings |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Prabowo-dan-Gibran-di-Kertanegara-sebelum-daftar-ke-KPU.jpg)