Opini
Program Makan Siang dan Susu Gratis
Menurut informasi dari kubu Pragib jumlah anak sekolah yang akan dilayani 82,9 juta, dengan perkiraan biaya per tahun Rp 400 triliun.
Oleh: Frans X Skera
Warga Kota Kupang
POS-KUPANG.COM - Demi menarik hati rakyat untuk memilihnya dalam Pilpres, dapat dipahami kalau setiap pasangan Capres-Cawapres menawarkan pogram yang erat kaitannya dengan kebutuhan dan kepentingan rakyat.
Pasangan Prabowo Gibran (Pragib) menawarkan proram makan siang dan susu gratis setiap hari, bagi para siswa dari SD hingga SMA seluruh Indonesia.
Menurut informasi dari kubu Pragib jumlah anak sekolah yang akan dilayani 82,9 juta, dengan perkiraan biaya per tahun Rp 400 triliun.
Rencananya dibangun 45 ribu dapur untuk menyiapkan makanan dan minuman bagi para siswa, yang akan membuka lapangan kerja baru.
Menurut Prabowo, susu yang akan diberikan susu sapi murni, karena susu bubuk mengandung bahan pengawet dan banyak gula hingga kurang baik bagi kesehatan anak-anak.
Mengingat persediaan sapi perah dalam negeri terbatas maka akan diimpor sapi dari Brasil atau India. Tujuan program ini menurunkan stunting dan menyiapkan generasi muda emas Indonesia.
Fantastis benar program ini dan meskipun banyak pihak nyinyir tetapi kubu Pragib kukuh dan bertekad melaksanakannya karena program tersebut sudah dilaksanakan di 76 negara.
Sepintas nampaknya program yang ditawarkan menarik dan sungguh memenuhi kebutuhan para siswa. Namun kalau ditelaah secara saksama, ada banyak masalah yang patut dipertanyakan.
Masalah pertama menyangkut anggaran. Dari mana sumber dana untuk membiayai program yang mahal ini.
Jawabannya tentu dari APBN, namun mengingat terbatasnya pendapatan negara dan dana yang tersedia sudah dialokasikan untuk berbagai program pembangunan, maka kalau mau segera dilaksanakan setelah Pragib menang, satu satunya memangkas anggaran dari beberapa sektor seperti dana bansos, BLT dan pendidikan, karena ada kaitan dengan program makan siang dan susu gratis bagi para siswa.
Kalau jalan ini yang ditempuh maka cita-cita mengatasi stunting dan menyiapkan generasi muda emas, justru akan menimbulkan banyak masalah baru.
Dana bansos dan BLT misalnya diberikan agar para orang tua berdaya dan sejahtera dan kalau hal ini tercapai maka mereka bisa memperhatikan kesehatan anak anaknya dengan memberikan asupan makanan yang bergizi.
Apabila dana bansos, BLT dan 29 jenis subsidi bagi rakyat dipangkas,maka yang dirugikan dan menderita adalah para orang tua.
Niat baik kubu Pragib mengatasi stunting dan menghasilkan generasi muda emas, justru berakibat buruk bagi peningkatan kesejahteraan para orang tua yang bertanggung jawab mengurus anak anaknya.
Pemerintah negara berpenduduk besar dan tersebar di berbagai pulau, jangan berambisi mengurus dan mengatur hal hal yang seharusnya menjadi tanggung jawab warga negaranya.
Sudah benar dan baik bahwa negara memberikan perhatian melalui berbagai subsidi kepada rakyat dan pemerintah berkewajiban mengupayakan pemberdayaan masyarakat agar memperoleh nilai tambah sehingga bisa produktif dan bukannya terus jadi warga negara yang konsumtif dan membebankan negara.
Demikian juga mengurangi anggaran pendidikan untuk program makan siang dan susu gratis, juga akan sangat merugikan karena masih ada banyak sekolah rusak yang harus diperbaiki atau dibangun baru karena bertambahnya penduduk yang memerlukan sarana pendidikan.
Begitu juga masih banyak guru honorer di seluruh Indonesia yang gajinya harus dinaikan agar mereka hidup layak dan mengajar dalam kondisi tubuh sehat.
Memangkas dana pendidikan untuk mensukseskan program Pragib, justru akan berakibat turunnya mutu pendidikan padahal kita lagi berupaya mengejar mutu pendidikan yang lebih baik.
Kalau mau dipaksakan program tersebut, mungkin bisa dengan memangkas dana pembangunan infrastruktur, tetapi itupun berisiko karena akan menghambat pemerataan pembangunan.
Seperti diketahui ada ketimpangan pembangunan antara Indonesia bagian barat dan timur.
Demi rasa keadilan dan dalam rangka mengukuhkan persatuan dan kesatuan bangsa, pembangunan Indonesia Timur dan daerah terpenci,terluar dan daerah perbatasan, harus terus dilaksanakan.
Selain itu program makan siang dan susu gratis harus dilaksanakan tiap hari padahal dalam APBN kita tak ada belanja harian dan audit anggaran harian, karena itu harus ada perubahan regulasi yang melibatkan peran para wakil rakyat di Senayan.
Jadi ditinjau dari segi anggaran, program Pragib ini menggemparkan dan menarik perhatian tetapi kurang realistis dan rasional.
Masalah kedua, kubu Pragib merencanakan untuk membangun 45 ribu dapur di seluruh Indonesia guna menyiapkan makanan dan susu gratis bagi para siswa.
Ini diklaim akan membuka lapangan kerja baru antara lain bagi para kontraktor, juru masak dan pembantunya, para sopir serta para pelayan.
Demi memenuhi standar pelayanan prima, para juru masak dan pelayannya harus dilatih. Selain itu perlu pengadaan barang dalam jumlah besar seperti alat makan minum dan kendaraan pengangkut serta bahan makanan dan sayuran.
Meski sudah ditetapkan standar harga barang barang tersebut di atas,tetapi tak ada jaminan standar dipatuhi, apalagi kalau pengawasannya lemah.
Merajalelanya KKN dan suap serta lemahnya KPK, dan penegakan hukum dewasa ini, berpotensi membuat program ini menjadi lahan baru KKN dan suap, yang pada gilirannya menggerus mutu makanan dan susu yang diberikan.
Menyiapkan makanan untuk banyak orang setiap hari juga berpotensi menggerus mutu dan cita rasa, apalagi kurang pengawasan, dan mau cari untung. Masalah ketiga, Prabowo menegaskan susu yang akan diberikan adalah susu sapi perah.
Pendapat ini beralasan, namun kalau diikuti, tentu sulit memberikan susu kepada para siswa karena persediaan sapi perah dalam negeri terbatas.
Keterbatasan persediaan sapi perah tentu merupakan hambatan untuk pemberian susu gratis dan harus menunggu beberapa tahun sebelum adanya sapi perah impor di pelbagai daerah dan pemberdayaan peternak di daerah seperti NTT supaya produksi sapi perah local meningkat.
Kalau dipaksakan berjalan berarti bukan susu sapi murni yang disajikan dan hal itu bertentangan dengan tekad Prabowo. Sungguh dilematis, mau segera tunaikan janji kampanye atau konsisten dengan pendapat sang pemimpin.
Masalah keempat, karena hak menetapkan anggaran ada pada DPR, maka program ini harus dibahas pemerintah bersama wakil rakyat. DPR pendukung koalisi Indonesia maju pasti diperintahkan untuk mendukung program dimaksud.
Lain halnya dengan DPR yang mendukung Gama dan Amin. Mereka pasti diarahkan mendukung program program prioritas seperti pendidikan kesehatan dan pengentasan kemiskinan.
Daripada alokasikan Rp 400 triliun untuk makan siang dan susu gratis, lebih baik dana tersebut digunakan untuk memperbaiki dan membangun sekolah, menaikkan gaji guru guru honorer serta membangun puskesmas dan sarana kesehatan lainnya.
Selain itu karena penanggulangan kemiskinan sangat tergantung dari program pemerintah pusat (Kemensos) yaitu Program Keluarga Harapan yang mencapai 89.3 persen, dan kartu sembako 86.5 persen, maka para wakil rakyat akan lebih memilih menambah anggaran untuk mendukung program pemberdayaan masyarakat yang dilakukan Kemensos.
Dengan demikian jadi tidaknya program kubu Pragib dilaksanakan tergantung kesepakatan dan keputusan DPR.
Menurut penulis,lebih baik dana Rp 400 triliun untuk meningkatkan nilai tambah masyarakat dengan menyiapkan banyak kail dan meningkatkan ketrampilan menangkap ikan, daripada memberi ikan setiap hari yang habis dikonsumsi, dan terus menciptakan ketergantungan pada pemerintah.
Memperhatikan empat masalah di atas, dapat dikatakan program makan siang dan susu gratis bagi para siswa kurang rasional dan realistis.
Betul negara kita kaya dan peluang mendapatkan uang dari kekayaan alam melalui program hilirisasi terbuka,tetapi butuh waktu, proses dan kerja keras, sehingga anggaran yang tersedia harus digunakan secara bijak,dan hati-hati.
Dapat dimaklumi dalam rangka merebut sebanyak mungkin suara guna memenangkan pilpres, para kandidat menempuh berbagai cara halal untuk mencapai tujuan.
Salah satu adalah dengan menawarkan janji yang hebat, menggemparkan dan menarik perhatian banyak orang, apalagi kalau janji tersebut berkaitan dengan kebutuhan dan kepentingan manusia.
Pokoknya masyarakat dibius sementara, dan dituntun untuk yakin bahwa yang disampaikan itu hebat dan luar biasa, karena itu penggagasnya harus diikuti dan dipilih.
Bahwasanya setelah menang dan berkuasa,program tersebut tak bisa dilaksanakan karena berbagai alasan masuk akal, bisa dicarikan alasan pemaaf.
Niat baik kubu Pragib untuk mengatasi stunting dan menyiapkan generasi muda emas, lebih baik ditempuh melalui program pemberdayaan masyarakat yang selama ini dilakukan Kemensos.
Ada dua cara pemberdayaan masyarakat yakni dengan pemberian modal dan pelatihan serta pendampingan usaha, diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat,sehingga mereka tidak tergantung lagi pada bansos.
Baca juga: Prabowo-Gibran Kuasai Dukungan di Pulau Jawa Disusul Ganjar-Mahfud dan Anies-Muhaimin
Kedua dengan program pahlawan ekonomi nusantara (Pena). Program ini berupa fasilitas modal usaha sebesar Rp 6 juta kepada penerima manfaat. Sejak dilaksanakan Kemensos akhir 2022, sudah ada 5.000 penerima manfaat program Pena (Kompas,Kamis 24-8-2023).
Kubu Pragib dapat meningkatkan anggaran guna mendukung kedua kegiatan itu. Masyarakat yang bernilai tambah karena berusaha dan berproduksi, pasti memperhatikan asupan gizi anak anaknya.
Secinta cintanya negara kepada putra putri bangsa, pasti lebih cinta para orang tua terhadap anaknya.
Kebahagiaan semua orang tua bisa terwujud manakala anaknya sehat, terdidik, berkarakter, dan punya pekerjaan tetap yang menjamin masa depannya. (*)
| Opini: Banalitas Kejahatan dalam Tragedi Perdagangan Orang |
|
|---|
| Opini: KUHP Nasional Ubah Paradigma Hukum Pidana dari Lex Talionis ke Restorative Justice |
|
|---|
| Opini: Interkulturalitas, Misi dan Pilihan Gereja |
|
|---|
| Opini: Kerja yang Menghidupi Sistem Tapi Mematikan Martabat |
|
|---|
| Opini: Grooming Bukan Cinta- Pelajaran Pahit dari Buku Broken Strings |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Prabowo-dan-Gibran-di-Kertanegara-sebelum-daftar-ke-KPU.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.