Opini

Program Makan Siang dan Susu Gratis

Menurut informasi dari kubu Pragib jumlah anak sekolah yang akan dilayani 82,9 juta, dengan perkiraan biaya per tahun Rp 400 triliun.

Editor: Dion DB Putra
DOK POS KUPANG
Bakal calon presiden Prabowo Subianto (kiri) berbincang dengan bakal calon wakil presiden Gibran Rakabuming Raka (kanan) saat menjawab pertanyaan wartawan jelang deklarasi dan pendaftaran sebagai capres dan cawapres di Kertanegara, Jakarta, Rabu (25/10/2023). 

Oleh: Frans X Skera
Warga Kota Kupang

POS-KUPANG.COM - Demi menarik hati rakyat untuk memilihnya dalam Pilpres, dapat dipahami kalau setiap pasangan Capres-Cawapres menawarkan pogram yang erat kaitannya dengan kebutuhan dan kepentingan rakyat.

Pasangan Prabowo Gibran (Pragib) menawarkan proram makan siang dan susu gratis setiap hari, bagi para siswa dari SD hingga SMA seluruh Indonesia.

Menurut informasi dari kubu Pragib jumlah anak sekolah yang akan dilayani 82,9 juta, dengan perkiraan biaya per tahun Rp 400 triliun.

Rencananya dibangun 45 ribu dapur untuk menyiapkan makanan dan minuman bagi para siswa, yang akan membuka lapangan kerja baru.

Menurut Prabowo, susu yang akan diberikan susu sapi murni, karena susu bubuk mengandung bahan pengawet dan banyak gula hingga kurang baik bagi kesehatan anak-anak.

Mengingat persediaan sapi perah dalam negeri terbatas maka akan diimpor sapi dari Brasil atau India. Tujuan program ini menurunkan stunting dan menyiapkan generasi muda emas Indonesia.

Fantastis benar program ini dan meskipun banyak pihak nyinyir tetapi kubu Pragib kukuh dan bertekad melaksanakannya karena program tersebut sudah dilaksanakan di 76 negara.

Sepintas nampaknya program yang ditawarkan menarik dan sungguh memenuhi kebutuhan para siswa. Namun kalau ditelaah secara saksama, ada banyak masalah yang patut dipertanyakan.

Masalah pertama menyangkut anggaran. Dari mana sumber dana untuk membiayai program yang mahal ini.

Jawabannya tentu dari APBN, namun mengingat terbatasnya pendapatan negara dan dana yang tersedia sudah dialokasikan untuk berbagai program pembangunan, maka kalau mau segera dilaksanakan setelah Pragib menang, satu satunya memangkas anggaran dari beberapa sektor seperti dana bansos, BLT dan pendidikan, karena ada kaitan dengan program makan siang dan susu gratis bagi para siswa.

Kalau jalan ini yang ditempuh maka cita-cita mengatasi stunting dan menyiapkan generasi muda emas, justru akan menimbulkan banyak masalah baru.

Dana bansos dan BLT misalnya diberikan agar para orang tua berdaya dan sejahtera dan kalau hal ini tercapai maka mereka bisa memperhatikan kesehatan anak anaknya dengan memberikan asupan makanan yang bergizi.

Apabila dana bansos, BLT dan 29 jenis subsidi bagi rakyat dipangkas,maka yang dirugikan dan menderita adalah para orang tua.

Niat baik kubu Pragib mengatasi stunting dan menghasilkan generasi muda emas, justru berakibat buruk bagi peningkatan kesejahteraan para orang tua yang bertanggung jawab mengurus anak anaknya.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved