Berita Rote Ndao

Dinas Peternakan Rote Ndao Siagakan Dokter Hewan di Setiap Kecamatan Atasi Ternak Sakit

pengembangan pakan ternak, dalam hal ini kebun pakan ternak, ketersediaannya pada saat musim-musim kemarau melanda.

|
Penulis: Mario Giovani Teti | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/MARIO GIOVANI TETI
Kepala Dinas Peternakan Rote Ndao, Hermanus Haning, saat dikonfirmasi terkait ternak yang sakit Jumat 19 Januari 2024 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Mario Giovani Teti

POS-KUPANG.COM, BA'A - Upaya mengatasi ternak masyarakat yang sakit, Dinas Peternakan Kabupaten Rote Ndao menempatkan dokter hewan di setiap kecamatan.

"Sampai saat ini, kita memiliki dokter hewan sebanyak 14 orang, 12 diantaranya sudah PNS dan dua lainnya kontrak khusus di Dinas Peternakan Rote Ndao," ucap Kepala Dinas Peternakan Rote Ndao, Hermanus Haning kepada POS-KUPANG.COM, Jumat, 19 Januari 2024.

Wilayah penugasan dokter hewan berada di setiap kecamatan, masing-masing satu orang dan dibantu oleh peramedik (staf atau petugas). Dokter hewan tersebar di 11 kecamatan yang ada di Kabupaten Rote Ndao.

"Mereka (dokter hewan) memberikan pelayanan kesehatan hewan di setiap kecamatan. Sampai saat ini pelayanan-pelayanan hewan di setiap kecamatan  terus berjalan," pungkas Herman.

Baca juga: TNI-Polri dan 78 Warga Desa Tasilo Rote Ndao Bersihkan Sampah di Jalan Raya dan Mata Air Eloata

Pada masa transisi dari musim kemarau ke musim hujan, sebut dia, biasanya ada jenis penyakit-penyakit tertentu yang menyerang ternak masyarakat, sehingga untuk mengantisipasinya, dokter hewan dan petugas sudah ada di lapangan.

Herman juga menjelaskan program peternakan yang ada di Dinas Peternakan Kabupaten Rote Ndao, khususnya pada pelaksanaan program kegiatan TA 2024.

Program itu yakni pemberian bibit ternak anak babi untuk masyarakat yang pada tahun kemarin mengalami kematian akibat penyakit ASF (African Swine Fever).

Tujuannya, memulihkan kembali peternakan masyarakat dan juga bisa membantu ekonomi masyarakat lemah kemudian mendongkrak ekonomi masyarakat.

Berikutnya, paronisasi pada ternak sapi. Dinas Peternakan memberikan modal, masyarakat memelihara ternak sapi dan keuntungan seluruhnya untuk masyarakat yang bersangkutan.

Lalu, pengembangan pakan ternak, dalam hal ini kebun pakan ternak, ketersediaannya pada saat musim-musim kemarau melanda.

Baca juga: Polisi Ungkap Motif Bocah Perempuan yang Tenggelam di Mata Air Oenggaehu Rote Ndao

"Tahun ini juga kita dialokasikan anggaran untuk vaksinasi ternak. Setiap tahun, kita menjadwalkan vaksinasi ternak di setiap wilayah kecamatan, Kabupaten Rote Ndao," ungkap Herman.

Vaksinasi itu tertuju pada ternak besar (sapi, kuda, kerbau) dan ternak kecil seperti babi, kambing dan domba. Penjadwalan vaksinasi itu dilaksanakan pada bulan Mei dan Juni.

Implementasi vaksinasi, berkenaan dengan populasi-populasi terbesar di setiap desa sesuai data dari Dinas Peternakan Rote Ndao berkat sensus ternak tahun 2021.

"Berangkat dari data itu, kita melakukan vaksinasi ternak menyasar desa-desa yang populasi hewannya banyak. Minimal semua hewan terlayani dalam pelaksanaan vaksinasi," tutur Herman.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved