Berita NTT

Bicara Stunting di NTT, CEO Tribun Network Ingin Jurnalis Bekerja Untuk Kemuliaan

Acara itu merupakan kerja sama BKKBN NTT dan Tanoto Fundation, yang digelar di aula kantor BKKBN NTT, Selasa 21 November 2023 siang.

Penulis: Irfan Hoi | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/IRFAN HOI
MATERI - CEO Tribun Network Dahlan Dahi (kanan) saat membawakan materi di acara Forum Koordinasi Jurnalis NTT kerja sama BKKBN NTT dan Tanoto Fundation di Kota Kupang, Selasa 21 November 2023. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - CEO Tribun Network Dahlan Dahi menjadi pembicara di Nusa Tenggara Timur (NTT) tentang penurunan angka stunting bersama sejumlah jurnalis. Ia ingin jurnalis bekerja untuk kemuliaan. 

Dahlan Dahi menyampaikan materi tentang stunting dari perspektif media massa. Acara itu merupakan kerja sama BKKBN NTT dan Tanoto Fundation, yang digelar di aula kantor BKKBN NTT, Selasa 21 November 2023 siang. 

Dahlan Dahi menggambarkan tentang kerja wartawan di lapangan mengenai stunting. Ia menyebut, isu stunting sering tidak dianggap tidak terlalu menarik.

Baca juga: Pemkab Kupang Optimis Stunting Tahun 2024 di Bawah 9 Persen

Disisi lain, Dahlan Dahi menyebut ada kecenderungan pada nilai berita itu sendiri. Salah satu tokoh nasional penggerak penurunan angka stunting itu bilang dalam kaitan dengan pemberitaan ada sisi menarik dan penting. 

"Saya membedakan berita yang penting dan menarik. Berita yang penting belum tentu menarik. Berita menarik belum tentu juga penting," kata Dahlan Dahi dihadapan para wartawan di Kupang. 

Dahlan Dahi menyebut sebetulnya pemberitaan mengenai stunting sangat penting, terutama pada aspek kemajuan bangsa. Namun begitu, kemasan berita untuk menjadi menarik akan sangat penting agar membawa pembaca ke ranah edukasi. 

Baca juga: CEO Tribun Network Bagi Cerita Dengan Jurnalis di NTT Edukasi Stunting

Selain itu, mengemas berita yang menarik juga perlu melihat faktor geografis. Sebab topografi wilayah sering menjadi kendala, sehingga bagi suatu daerah dianggap menarik tapi belum tentu pada tempat lainnya. 

Menurut dia, kendala yang dihadapi kalangan wartawan kini adalah pengemasan berita yang menarik dan tidak melihat geografis, tapi bisa juga menjadi perhatian dan muncul ketertarikan di daerah lainnya. 

Dahlan Dahi menyebut kendala itu menyangkut elemen psikologis. Pada bagian ini pembaca akan sangat ingin melihat konten atau tulisan itu. Hal itu seperti pada konflik Rusia dan Ukraina. Pembaca di Indonesia pun tertarik untuk membaca. 

"Tantangan kita adalah bagaimana liputan itu mengambil elemen ini. Tinggal angel saja. Jadi kalau kita di koran seperti Pos Kupang, maka elemen geografis akan lebih ditonjolkan tapi kalau dia ke Facebook, TikTok maka elemen psikologis akan penting," ujarnya. 

Baca juga: SPN Polda NTT Peduli Stunting, Jadi Orang Tua Asuh bagi Balita di Kota Kupang

Akan sangat penting, kata dia, menggarap konten yang menarik berdasar ke platform. Ia meminta kemasan pemberitaan bisa lebih menarik dan tidak saja bersifat informatif. 

Patrick Hutajulu selaku External Communications Manager Tanoto Foundation mengapresiasi CEO Tribun Network Dahlan Dahi yang sudah membagi tips dalam pemberitaan mengenai stunting

Dahlan Dahi dihadirkan oleh Tanoto Fundation dan BKKBN NTT sebagai praktisi. Dahlan Dahi dipilih karena seorang yang punya peran besar dalam penurunan stunting di Indonesia. 

Patrick Hutajulu bercerita Tanoto Fundation juga pernah bertemu dengan Dahlan Dahi agar membantu penurunan stunting, dengan wilayah contoh di NTT. 

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved