Berita Kabupaten Kupang

Rembuk Stunting NTT, Penjabat Gubernur Minta Pemerintah Kabupaten Kota Lakukan Terobosan dan Inovasi

produktíf dengan berbagai pihak serta meningkatkan berbagi upaya terobosan inovasi demi terwujudnya target kinerja kita ke depan.

Penulis: Yohanes Alryanto Tapehen | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/RYAN TAPEHEN
RAKOR - Pemerintah Provinsi NTT melakukan rapat koordinasi rembuk stunting percepatan  penurunan stunting NTT yang berlangsung di Kabupaten Kupang, Senin 20 November 2023.  

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Tapehen

POS-KUPANG.COM, OELAMASI - Pemerintah Provinsi NTT melakukan rapat koordinasi rembuk stunting percepatan  penurunan stunting Provinsi NTT yang berlangsung di Kabupaten Kupang, Senin 20 November 2023.

Rembuk stunting ini dihadiri oleh 22 Bupati Walikota se NTT atau pejabat yang mewakili di lobby lantai 1 Kantor Bupati Kupang.

Hadir pada kesempatan ini Penjabat Gubernur NTT, Ayodhia Kalake, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Ruth Laiskodat, Plt Kepala Perwakilan BKKBN NTT dr.Elsa Pongtuluran, dan Plt. Kepala Bappelitbangda Provinsi NTT Dr. Alfonsus Theodorus selaku ketua panitia rembuk stunting Provinsi NTT.

Dalam arahannya Pj Gubernur NTT Ayodhia Kalake  mengungkapkan Pemerintah Pusat telah menetapkan target penurunan stunting pada tahun 2024 sebesar 14 persen.

Baca juga: Wakapolda NTT Pimpin Gerakan Tanam Sepuluh Juta Pohon di SMKN 1 Kabupaten Kupang

Pencapaian target tersebut harus didukung penuh oleh seluruh pemerintah daerah termasuk Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Saat ini pemerintah provinsi bersama Pemerintah Kabupaten/Kota terus berupaya keras dalam upaya percepatan penurunan stunting di Provinsi NTT.

Dirinya menyampaikan berdasarkan laporan Data e-PPGBM kabupaten kota bahwa kondisi perkembangan stunting di NTT sejak tahun 2019 sampai 2023 terus terjadi penurunan yang cukup signifikan di mana Tahun 2019 30 % atau 91.120 anak mengalami stunting, dan di tahun 2020 turun menjadi 24,2 % atau 90.602 anak.

Pada tahun 2021 terus turun menjadi 20,9 dengan 81.354 anak, dan Tahun 2022 hasil pengukuran bulan Agustus 17,7 % atau 77.338 anak, dan Tahun 2023 turun tembus angka 15,2 % atau 63.804 anak.

"Rerata penurunan stunting sebesar 3,4 % selama 5 tahun terakhir," ungkapnya.

Namun melihat data hasil pengukuran Operasi Timbang bulan Agustus 2023 ada 3 fakta menarik yang dia sampaikan yakni cakupan bayi balita yang dlitimbang mencapai angka 98,6 persen atau 419.798 anak dari 425.820 sasaran bayi balita.

Artinya bahwa masih tersisa 1,4 persen atau 6.022 bayibalita yang belum terpantau status gizinya apakah masuk kategori stunting ataukah kondisinya normal atau sehat.

Yang kedua sebagian besar Kabupaten Kota mengalami tren penurunan, kecuali 2 Kabupaten mengalami sedikit kenaikan yakni Kabupaten Sumba Barat Daya dan Sikka.

Baca juga: 34 Calon Komisioner KPU Kabupaten Kupang Lolos Seleksi Administrasi

Dan yang ketiga terdapat 10 kabupaten capai cakupan 100 persen bayi balita ditimbang, sedangkan 12 kabupaten kota belum mencapai 100 persen bayi balita ditimbang.

"Saya berharap agar semua kabupaten kota yang cakupan penimbangan belum 100 persen, agar pada periode timbang tahun mendatang, dipastikan semua anak bayi balita dilakukan pengukuran hingga 100 persen sehingga status gizi anak dapat terpantau dengan baik dan dapat diberi intervensi secara tepat," harapnya.

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved