KLB Rabies

Nol Kasus Rabies, Pemerintah Kabupaten Belu Gencar Lakukan Vaksinasi 

Disampaikan Kabid Gusty, bahwa meski sudah mendapat 10 ribu vaksin, secara populasi vaksin tersebut tidak cukup.

Penulis: Agustinus Tanggur | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/AGUS TANGGUR
VAKSINASI - Petugas Puskeswan Kabupaten Belu saat melakukan vaksinasi terhadap anjing milik warga. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur

POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Pemerintah Kabupaten Belu secara kontinu mewaspadai kasus rabies dengan melakukan berbagai antisipasi, meski menjadi salah satu Kabupaten yang nol kasus rabies.

Meski tidak ada kasus rabies atau nol kasus, Pemda Belu melalui Dinas Peternakan dan Perikanan terus melakukan upaya pencegahan, salah satunya dengan gencar melakukan vaksinasi untuk Hewan Penular Rabies (HPR)

"Kita (Belu,red) tahun 2023 ini sudah mendapatkan 10 ribu dosis vaksin rabies dari Kementerian Pertanian dan Badan Kesehatan Hewan Dunia untuk mencegah rabies, walaupun kita nol kasus tetapi tetap waspada," ujar Agustinus, S.Pt, Kabid Kesehatan Hewan, Kesehatan Masyarakat Veteriner, Pengolahan dan Pemasaran pada Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Belu. Rabu, 8 November 2023.

Baca juga: Cegah HIV AIDS, CD Bethesda Yakkum Beri Pelatihan Bagi WPA dan Moris Foun Belu

Disampaikan Kabid Gusty, bahwa meski sudah mendapat 10 ribu vaksin, secara populasi vaksin tersebut tidak cukup.

"Dari 10 ribu vaksin ini kami utamakan lokasi prioritas, yakni di desa-desa yang berbatasan langsung dengan Malaka, TTU termasuk Negara Timor Leste. Selain itu juga desa yang dianggap sebagai desa beresiko tinggi atau desa yang memiliki pasar hewan seperti desa Naitimu, termasuk juga tiga kecamatan dalam kota Atambua," ungkapnya. 

Terkait pelaksanaan vaksinasi, Gusty menyampaikan bahwa sudah dilakukan sejak awal September. 

"Per akhir Oktober 2023, kita baru mencakup 3.000 ekor anjing yang sudah melakukan vaksinasi dari total secara keseluruhan 9.252 ekor (data sementara 2023,red)," katanya. 

Baca juga: NTT Memilih, Pasca Penetapan DCT, Bawaslu Belu Bersama Pol PP Tertibkan Alat Peraga Kampanye

Ia mengakui bahwa vaksinasi yang dilakukan tersebut masih tergolong rendah, karena tenaga yang terbatas.

"Kalau dilihat dari populasi memang masih rendah yang sudah vaksinasi, karena disamping terbatasnya SDM atau tenaga puskeswan yang hanya 2-3 orang setiap Kecamatan, banyak juga aktivitas lain, termasuk banyak juga hewan yang tidak diikat sehingga petugas sulit melakukan vaksinasi," jelasnya. 

Namun, dirinya berkomitmen hingga akhir tahun cakupan vaksinasi bisa selesai.

"Sekarang ini setiap hari kita melakukan vaksinasi. Dan, setiap hari Jumat kita melakukan sistem "keroyokan" dimana setiap petugas yang ada di masing-masing Kecamatan untuk sama-sama melakukan vaksinasi di desa yang berbatasan, sehingga secepatnya vaksinasi bisa dilakukan," tuturnya. 

 

Karena itu, Gusty menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Belu yang memiliki anjing agar sebaiknya diikat atau dikandangkan. "Kalau anjingnya tidak bisa dikendalikan bisa langsung dimusnakan, sehingga tidak beresiko terhadap orang lain," tambahnya. 

Selain itu, kata dia, untuk tahun 2024, Pemda Belu juga sudah menganggarkan untuk pengadaan 10 ribu vaksin termasuk juga dengan biaya operasional. (cr23) 

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved