Berita Belu

Cegah HIV AIDS, CD Bethesda Yakkum Beri Pelatihan Bagi WPA dan Moris Foun Belu

Manager area CD Bethesda, Yosafat Ician menjelaskan, CD Bethesda Yakkum sejak Juli 2019, telah menjalankan program pencegahan terpadu penularan HIV

Penulis: Agustinus Tanggur | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/AGUS TANGGUR
CD Bethesda area Belu memberikan pelatihan pijat tradisional bagi warga peduli AIDS dan komunitas Moris Foun Belu, bertempat di aula hotel Permata Atambua,(6-7 Oktober 2023) yang melibatkan 25 peserta. Selasa, 7 Oktober 2023. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur

POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Dalam upaya mencegah penularan HIV dan AIDS, CD Bethesda area Belu memberikan pelatihan pijat tradisional bagi warga peduli AIDS dan komunitas Moris Foun Belu, bertempat di aula hotel Permata Atambua (6-7 Oktober 2023) yang melibatkan 25 peserta, Selasa 7 Oktober 2023.

Manager area CD Bethesda, Yosafat Ician menjelaskan, CD Bethesda Yakkum sejak Juli 2019, telah menjalankan program pencegahan terpadu penularan HIV dan AIDS di wilayah Kabupaten Belu dan Kota Yogyakarta - DIY. 

Menurutnya, program ini bertujuan untuk terwujudnya kontribusi terhadap pembentukan program pencegahan terpadu infeksi baru HIV serta pemutusan fase HIV menuju AIDS, yang mana dalam program ini ada 3 komponen pencegahan yaitu pencegahan secara struktural, biomedical dan secara perilaku. 

Baca juga: 8.942 Wisman ke NTT Lewat Pos Lintas Motaain Belu  

Dalam melaksanakan pencegahan melalui perilaku, kata Yos, CD Bethesda telah melakukan serangkaian upaya dengan membangun kembali komitmen WPA untuk berkontribusi aktif dalam menerapkan dukungan sosial seperti mengurangi stigmatisasi dan diskriminasi terhadap ODHA dan pencegahan infeksi baru, termasuk memberikan pendampingan pengorganisasian dan peningkatan kapasitas dari sisi pengetahuan maupun ketrampilan, salah satunya pijat tradisional. 

"Saat ini sudah ada metode pijat yang sederhana dan mudah diaplikasikan yaitu pijat tradisional asli Indonesia dengan tujuan untuk memberikan pemahaman kepada peserta tentang pengertian dan manfaat pijat urut tradisional, anatomi umum, otot dan pergerakan serta metode pijat tradisional Indonesia," ujarnya. 

Selain itu, tambahnha, juga memberikan ketrampilan pemeriksaan kondisi klien sebelum dipijat, prosedur pijat untuk relaksasi dan kebugaran, menaikkan stamina pasutri dan mengatasi nyeri pergerakan.

Baca juga: HUT Ke 44 SMKN 1 Atambua, Sekda Belu Harap SMKN Jadi Solusi Kebutuhan Tenaga Kerja Daerah

Ia pun berharap agar dengan adanya pelatihan keterampilan ini dengan komitmen bersama dapat menjadikan pijat tradisional sebagai media untuk menyampaikan informasi HIV dan AIDS kepada masyarakat. 

"Saya berharap agar pencegahan melalui perilaku ini dapat memperkuat kepercayaan diri dan kapasitas ODHA untuk saling mendukung satu sama lain dan berkontribusi aktif untuk mencegah infeksi baru HIV," tuturnya. 

Sementara Wisnugroho, sebagai fasilitator menyampaikan pijat tradisional yang dilakukan ini merupakan pijat yang sudah lama dilakukan oleh nenek moyang sejak zaman dahulu. 

"Pelatihan pijat ini kita kembangkan dengan memiliki standar yang sesuai, dengan tujuan dapat memberikan relaksasi atau kebugaran tubuh dan menaikan stamina pasutri dan mengatasi nyeri pergerakan," pungkasnya. 

Untuk diketahui, berdasarkan data, Kabupaten Belu mencatat sejumlah kasus HIV dan AIDS yang cukup signifikan. Dari tahun 2013 hingga Mei 2022, terdapat 835 kasus HIV dan AIDS, dengan rincian 381 kasus HIV, 454 kasus AIDS, dan 316 orang meninggal akibat penyakit tersebut. 

Tahun 2023 sendiri, dari Januari hingga September, telah ada 3.383 orang yang menjalani konseling dan tes HIV. Dari hasil konseling dan tes, 49 orang ditemukan terinfeksi HIV-AIDS, dan 22 orang mengalami infeksi TBC-HIV. (cr23) 

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lain di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved