Sidang Sinode GMIT di Sabu Raijua
Sidang Sinode GMIT ke-35 Sabu Raijua Diharapkan Tingkatkan Kebijakan Strategis Gereja Lokal
Sidang Sinode GMIT ke-35 diharapkan dapat meningkatkan kebijakan strategis gereja lokal.
POS-KUPANG.COM - Sidang Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) edisi ke-35 atau Sidang Sinode GMIT ke-35 diharapkan dapat meningkatkan kebijakan strategis gereja lokal.
Rangkaian sidang sinode yang digelar selama sepuluh hari, sejak 11 hingga 21 Oktober 2023 di Kabupaten Sabu Raijua NTT itu juga diharapkan dapat menghasilkan kesatuan persepsi dalam pelayanan GMIT serta peningkatan peraturan.
Ketua Panitia Sidang Sinode GMIT ke-35 Sabu Raijua, Septenius Bule Logo, SH., M.Hum dalam laporannya saat pembukaan menyebut bahwa sidang sinode menjadi bagian perjalanan yang penting sebagai sarana evaluasi dan perubahan program dan kegiatan di GMIT.
Baca juga: Sidang Sinode GMIT ke-35 di Sabu Raijua Telah Dimulai, Ini Tiga Calon Kuat Ketua Majelis Sinode
Baca juga: Hampir 1.000 Peserta Hadiri Pembukaan Sinode GMIT ke-35 di Sabu Raijua
Adapun acara Pembukaan Sidang Sinode GMIT ke-35 tahun 2023 digelar di GMIT Center 2 Sabu Raijua pada, Rabu (11/2023).
Bule Logo mengatakan, Sidang Sinode GMIT ke-35 itu didasarkan pada sejumlah ketetapan dan keputusan yang telah dikeluarkan, termasuk mengenai eklesiologi, tata dasar, peraturan pokok, serta penunjukkan tempat penyelenggaraan.
"Sidang ini merupakan pengukuran efektivitas program dan kegiatan seluruh pengurus anggota GMIT periode 2021-2024," tegas dia.
Pria yang juga merupakan Sekda Sabu Raijua itu mengatakan bahwa Sidang Sinode GMIT ke-35 dimaksudakan untuk melakukan evaluasi program dan kegiatan pelayanan pengurus sebelumnya periode sebelumnya.
Sementara itu, adapun tujuannya adalah untuk merumuskan perubahan, penyempurnaan, serta pemilihan anggota Majelis Sinode GMIT periode 2024-2027.
Baca juga: GMIT Elim Lasiana Terima Bantuan Sosial dari Penjabat Wali Kota Kupang
Sidang Raya Sinode GMIT ke-35 mengangkat tema "Hai Manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut TUHAN dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?" (Mikha 6:8).
Sementara sub tema sisdang sinode adalah "dengan momentum Sidang Raya Sinode GMIT ke-35 kita wujudkan warga GMIT yang mampu menghadirkan shalom Allah bagi sesama dalam wujud kehidupan yang penuh keadilan, kesetiaan, dan rendah hati."
Sidang Sinode yang dihadiri dan diikuti oleh 503 peserta itu mencakup beragam agenda, termasuk sidang paripurna, ceramah, seminar, sidang penyampaian laporan pertanggung jawaban, sidang komisi, dan ibadah harian.
Selain itu, ada pula ibadah penyegaran iman, ibadah bersama di jemaat-jemaat, rekreasi, pleno pengambilan keputusan, forum group discussion, dan pemilihan anggota Majelis Sinode GMIT periode 2024-2027.
Para peserta dan nara sumber, kata dia, terdiri dari anggota Majelis Harian Sinode GMIT, ketua dan utusan Klasis, panitia pendukung, serta nara sumber dari dalam dan luar negeri.
Rangkaian agenda dilaksanakan di berbagai lokasi, termasuk Aula GMIT Centre di Desa Eimau Kecamatan Sabu Tengah dan gereja-gereja yang ditunjuk di wilayah Klasis Sabu Timur dan Klasis Sabu Barat Raijua.
Dirinya selaku panitia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada para pihak yang telah mendukung penyelenggaraan Sidang Sinode GMIT ke-35, termasuk Gubernur Nusa Tenggara Timur, pemerintah daerah, pimpinan gereja, forum komunikasi pimpinan daerah, serta para pemimpin dari berbagai wilayah pelayanan GMIT.
"Sidang ini bukan hanya sebagai sarana evaluasi, tetapi juga sebagai wahana untuk merumuskan perubahan yang diperlukan dalam pelayanan gereja. Semua upaya ini bertujuan untuk menghadirkan shalom Allah bagi semua umat manusia. Solideo Gloria," tutup dia. (*)
Ikuti berita terbaru POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.