Breaking News
Selasa, 14 April 2026

Sidang Sinode GMIT di Sabu Raijua

Hampir 1.000 Peserta Hadiri Pembukaan Sidang Sinode GMIT ke-35 di Sabu Raijua

Sumur bor ini berlokasi di belakang aula persidangan dan akan mendukung pasokan air selama sinode berlangsung.

|
Editor: Rosalina Woso
SINODEGMIT.OR.ID
SUMUR - Yayasan Sumur 83 Memberikan Sumur Bor di Sabu Raijua kepada Majelis Sinode GMIT, Selasa, 10 Oktober 2023. 

POS-KUPANG.COM - Gereja Masehi Injili di Timor atau GMIT bersiap untuk membuka Sinode ke-35 mereka di Kabupaten Sabu Raijua. Informasi ini didapatkan dari website resmi Sinode http://www.sinodegmit.or.id/.  

Sebanyak 53 klasis dan para undangan dari berbagai daerah tiba di Sabu Raijua pada Selasa, 10 Oktober, menggunakan kapal laut.

Mereka kemudian diarahkan menuju tempat penginapan di rumah-rumah jemaat setempat setelah sarapan di Jemaat Yeruel Seba Kota.

Menurut Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. Mery Kolimon, pembukaan sinode dijadwalkan pada pukul 09.00 Wita. Sekitar 1.000 orang diperkirakan akan hadir pada acara pembukaan, termasuk peserta sidang, peninjau, dan anggota jemaat di Pulau Sabu Raijua.

Baca juga: Kadis Lingkungan Hidup Sabu Raijua: Kebakaran Hutan yang Berulang Tahun Dampak Buruk pada Ekosisem

Meskipun bangunan tempat persidangan belum sepenuhnya selesai, Ketua Panitia Pembangunan Thimotius Ludji dan Ketua Majelis Klasis Sabu Timur, Pdt. John Mozes Hendrik Wadu Neru, merasa Tuhan telah turut campur tangan dalam proses pembangunan sehingga gedung tersebut dapat digunakan tepat waktu.

Kebaktian pembukaan sinode akan dipimpin oleh Pdt. Jacklevyn Fritz Manuputty, Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI).

Acara ini juga dihadiri oleh pimpinan gereja dari Timor Leste, Gereja Kristen Sumba, mitra dari Gereja Australia, Compassion, Wahana Visi Indonesia, pemerintah, dan pihak lainnya.

Sinode ke-35 ini bertujuan untuk mengevaluasi pelayanan selama periode sebelumnya (2020-2023), menetapkan kebijakan dan perencanaan untuk periode mendatang (2024-2027), serta memutuskan sejumlah dokumen penataan organisasi dan pemilihan Majelis Sinode GMIT untuk periode 2024-2027.

Tema sinode untuk periode 2024-2027 didasarkan pada Kitab Mikha 6:8, "Lakukan Keadilan, Cintai Kesetiaan, dan Hidup Rendah Hati di Hadapan Allah."

Tema ini menekankan pentingnya menjalin keselarasan antara ibadah dan kepedulian sosial.Pdt. Mery juga menyoroti makna mencintai kesetiaan sebagai dorongan untuk membangun solidaritas dan persaudaraan.

Mengenai rendah hati di hadapan Allah, dia mengingatkan jemaat untuk senantiasa mengelola perbedaan dengan penuh rendah hati sebagai keluarga Allah.

Dalam rangka persiapan pembukaan sinode, Yayasan Sumur 83 juga memberikan sumur bor sebagai sumbangan kepada Majelis Sinode GMIT.

Sumur bor ini berlokasi di belakang aula persidangan dan akan mendukung pasokan air selama sinode berlangsung.

Baca juga: Masyarakat Lakukan Audiens Soal Pantai Hewau Sabu Raijua Dikelolah Pihak Ketiga

Selain itu, Majelis Sinode GMIT dan panitia juga melaksanakan panen simbolis sayur-mayur di Ledeana, salah satu lokasi produksi sayuran yang akan memenuhi kebutuhan konsumsi peserta selama sinode berlangsung. 

Panitia juga menyiapkan 1.000 ekor ayam KUB untuk keperluan yang sama. Ketua MS GMIT, Pdt. Mery Kolimon, mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah, jemaat, petani, panitia, dan Yayasan Sumur 83 atas kontribusi mereka untuk kelancaran pelaksanaan sinode ini. (Laporan Vania Mahasiswa Undana)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS


 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved