Berita Flores Timur

Stok Beras dan Minyak Goreng di Flores Timur Kosong, Bulog Larantuka Ajukan Permohonan

Hal ini yang menyebabkan Bulog Larantuka belum bisa melakukan Operasi Pasar murah melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/PAUL KABELEN
Stok beras dan minyak goreng di Perum Bulog Kantor Cabang Larantuka kosong, Jumat 17 Maret 2023. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Paul Kabelen

POS-KUPANG.COM, LARANTUKA - Ketersediaan beras dan minyak goreng kemasan di Perum Bulog Kantor Cabang (KC) Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Pulau Flores saat ini masih kosong.

Pemimpin Perum Bulog KC Larantuka, David Dony Kurniawan, mengatakan tingginya permintaan masyarakat dan keterlambatan pemenuhan dari distributor membuat dua bahan pokok itu kosong.

Hal ini yang menyebabkan Bulog Larantuka belum bisa melakukan Operasi Pasar murah melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Baca juga: Tewas Ditabrak Truk di Malaysia, Jenazah Pasutri Asal Adonara Flores Timur Dipulangkan

"Stok masih kosong. Diharapkan akhir bulan ini, atau telat-telatnya awal bulan April sudah masuk," katanya kepada wartawan, Jumat 17 Maret 2023.

Menurut dia, penyerapan minyak goreng bagi warga Flores Timur mencapai 10 ribu liter. Pihaknya sudah mengajukan permohonan penambahan stok sebanyak 40 ribu liter untuk dikirim ke Larantuka dan Lewoleba.

"Sudah lakukan permohonan penambahan stok. Untuk Flores Timur 20 ribu liter, dan Lembata 20 ribu liter. Tadi malam saya hubungi Bulog Kanwil NTT, dan Larantuka menjadi satu dari empat daerah yang jadi prioritas pengiriman," ungkapnya.

Melalui ijin penerimaan beras movement nasional (movenas) yang sudah dikantongi, Bulog KC Larantuka akan menerima stok 800 ton beras kualitas bagus yang di kirim dari Surabaya ke Maumere melalui kapal laut.

"Masyarakat tidak perlu khawatir. Kita sudah punya kuota dan tinggal menunggu minyak goreng dan beras masuk gudang," imbuhnya.

Baca juga: Rusak Berat, Kendaraan Dinas Milik Pemkab Flores Timur Bakal Dilelang

Ia mengaku stok beras di Gudang Larantuka ada 100 ton, namun untuk Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebagai persiapan menghadapi bencana dan outlet penjualan golongan anggaran bagi TNI dan Polri setiap bulannya.

"Itu cadangan beras pemerintah. Sewaktu-waktu Pemkab minta untuk bencana alam dan untuk outlet penjualan lain yang namanya golongan anggaran. Kami punya langganan terpusat itu TNI dan Polri, kami melayani mereka setiap bulan dan itu sudah berjalan lama," jelasnya.

Pantauan wartawan di Pasar Inpres Larantuka, harga beras jenis premium Rp 13.000 per kilogram. Harga ini kian menurun dari beberapa pekan sebelumnya yang melonjak hingga Rp 15.000 per kilogram. (*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved