Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Jumat 10 Maret 2023, Musuh dalam Selimut
Renungan Harian Katolik berikut ditulis oleh Bruder Pio Hayon SVD dengan judul Musuh dalam Selimut.
Bahkan hak kesulungan yang seharusnya diberikan kepada Ruben tapi akhinrya diberikan kepada Yusuf karena Ruben telah berbuat dosa.
Maka Yusuf memang menjadi anak pilihan.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Rabu 8 Maret 2023, Berharap Total pada Tuhan
Pegalaman Yusuf sejak dalam rumahnya sendiri saja sudah ditolak sampai di luar pun masih ditolak karena saudara-saudaranya sendiri yang menjualnya ke Mesir.
Dari Mesir itulah, Yusuf lalu menjadi besar dan terkenal dan akhirnya juga masuk dalam jajaran penguasa di Mesir.
Dengan itu semua mimpi Yusuf menjadi kenyataan bahwa saudara-saudaranya akan tunduk menyembah kepadanya.
Kisah Yusuf ini lalu disejajarkan dengan Yesus yang membuat perumpamaan antara tuan tanah dan penggarap. Tuan tanah itu mengutus anaknya sendiri utuk menjaga kebun anggurnya.
Lalu para penggarap itu lalu membunuh anak yang diutus oleh Tuan mereka sendiri.
Dan ternyata perumpaan tentang pemilik tanah dan penggarap itu menggambarkan tentang Yesus yang ditolak oleh bangsanya sendiri oleh tua-tua adat dan para ahli Taurat bangsa Yahudi.
Kedua kisah ini memberi kita pelajaran bahwa orang sebangsa, sesuku, bahkan saudara sendiri juga bisa menjadi musuh dalam selimut.
Kita seringkali lupa bahwa iri dan dengki itu bisa hinggap pada siapa saja termasuk diri kita sendiri. Dan itu menjadi sumber lahirnya kejahatan lainnya.
Saudari/a yang terkasih dalam Kristus.
Pesan untuk kita hari ini, pertama, dengki dan iri selalu membawa kita kepada kejatahan. Maka bebaskan diri dari dengksi dan iri.
Kedua, tantangan dan hambatan kadang datang dari orang terdekat kita maka tetaplah berbuat baik.
Ketiga, belajar untuk selalu setia dengan hal-hal sederhana dalam hidup kita.
Teks Lengkap Bacaan 10 Maret 2023

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.