Kamis, 28 Mei 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Rabu 8 Maret 2023, Spiritualitas Hamba

RP. John Lewar menulis Renungan Harian Katolik ini merujuk bacaan pertama dari Kitab Yeremia 18:18-20, dan bacaan Injil Matius 20: 17 - 28.

Tayang:
Editor: Agustinus Sape
YOUTUBE/SUARA PAGI RENUNGAN HARIAN KATOLIK
RENUNGAN - RP. John Lewar SVD menyampaikan Renungan Harian Katolik untuk hari Rabu 8 Maret 2023 dengan judul Spiritualitas Hamba. 

Yesus mengajak mereka untuk saling melayani, tetapi para murid malah pingin untuk dilayani.

Kedua anak Zebedeus, Yakobus dan Yohanes meminta jatah supaya menduduki jabatan penting dalam Kerajaan Surga.

Mereka memahami bahwa Yesus berangkat ke Yerusalem untuk merebut kekuasaan politik dari penjajah bangsa Romawi.

Apa yang diminta oleh Yakobus dan yohanes mewakili pola pikir dan ambisi murid-murid serta kebanyakan orang lain pada waktu itu.

Mereka menghendaki agar seorang Mesias akan merebut kekuasaan dari penjajah asing dan memimpin bangsa Israel dalam Kerajaan yang baru.

Terhadap kedudukan dan jabatan, Yesus menampilkan spiritualitas hamba (ayat 26-27).

Mempunyai jabatan berarti siap untuk menjadi pelayan. Konkretnya, menjabat berarti melayani.

Melayani artinya siap untuk berkorban dan tanpa mengharapkan imbalan apa-apa. Pelayan itu menuntut pengabdian yang total sekalipun nyawa menjadi taruhannya.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Rabu 8 Maret 2023, Tidaklah Demikian di Antara Kamu

Saudari-saudaraku yang terkasih dalam Kristus.

Mentalitas kita pada masa kini masih tetap mengikuti mentalitas para murid di atas.

Orang menjadi pejabat berarti ia harus dilayani. Seorang pemimpin bukannya melayani malah minta dilayani.

Tidak jarang, para pemimpin banyak yang jatuh ke mentalitas dilayani dan karenanya, melakukan manipulasi dan intimidasi.

“Pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka, namun tidaklah demikian untuk kamu. Kamu harus menjadi pelayan dan hamba: mengabdi
Tuhan dan sesama dengan tulus iklas.

Kontemplasi

Bagaimana sikap dan reaksi anda ketika seseorang mengoreksi cara pandang dan tindakan yang keliru serta ambisi-ambisi pribadi?

Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved