Sabtu, 11 April 2026

Berita NTT

BPS NTT Sebut Kota Kupang Alami Deflasi -0,77 Persen

inflasi MtM tertinggi adalah Kota Ternate sebesar 1,85 persen sedangkan inflasi MtM terendah terjadi di Kota Lubuklinggau

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/HO-DOK
Ilustrasi Deflasi  

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur menyebut Kota Kupang mengalami deflasi -0,77 persen. 

Deflasi menurut KBBI, adalah penurunan harga barang dalam sebuah negara.

Hal itu disebabkan karena beberapa faktor, seperti produksi jenis barang yang sama dalam satu waktu yang cukup banyak. 

Baca juga: Aliansi Pencari Keadilan Kota Kupang Minta Kapolda NTT Bantu Tuntaskan Kasus Astri dan Lael

BPS NTT sendiri mengatakan, pada bulan Februari 2023 gabungan tiga Kota terjadi deflasi MtM 0,66 persen dengan IHK 113,19. 

Dirincikan, Kota Kupang mengalami deflasi MtM sebesar 0,77 persen, Kota Maumere mengalami deflasi MtM sebesar 0,51  persen dan Kota Waingapu mengalami deflasi MtM sebesar 0,27 persen.

Lalu untuk Inflasi YoY Februari 2023, Gabungan 3 Kota inflasi adalah sebesar 5,41 persen, Kota Kupang sebesar 5,57 persen, Kota Maumere sebesar nilai 5,86 persen, dan Kota Waingapu sebesar 3,57 persen.

"Pada Februari 2023, dari 90 kota sampel IHK Nasional, 63 kota mengalami Inflasi MtM dan 27 kota mengalami Deflasi MtM," kata Kepala BPS Provinsi NTT, Matamira Kale dalam rilisnya, Rabu 1 Maret 2023. 

Secara nasional, Kota yang mengalami inflasi MtM tertinggi adalah Kota Ternate sebesar 1,85 persen sedangkan inflasi MtM terendah terjadi di Kota Lubuklinggau diangka 0,04  persen. 

Baca juga: Lirik dan Makna Sedon Lewa Papa, Lagu Daerah NTT Viral di TikTok dan YouTube, Backsound Video Pendek

Selanjutnya untuk Kota dengan deflasi MtM tertinggi adalah Kota Gunungsitoli sebesar 0,98 persen sedangkan deflasi MtM terendah terjadi di Kota Sumenep sebesar  0,02 persen.

"Untuk Inflasi YoY tertinggi terjadi di Kota Kotabaru sebesar 7,88 persen dan Inflasi YoY terendah terjadi di Kota Waingapu sebesar 3,57 persen," ujar dia.  

Asisten II Setda Kota Kupang, Ignasius Lega mengatakan, Pemerintah Kota atau Pemkot Kupang terus berupaya nelak pengendalian inflasi. Upaya itu menurut dia telah dilakukan sejak tahun lalu. 

"Isu kenaikan harga beras, Perum Bulog NTT menyatakan bahwa stok beras sangat mencukupi,  dengan harga Rp 8.600 per kilogram yang djual oleh Bulog," kata dia. 

Menurut dia, dalam tiga bulan ke depan stok beras di Kota Kupang masih tercukupi. Ia memastikan itu apalagi menjelang bulan Ramadhan. 

Ignas bilang Pemkot Kupang akan turun langsung dengan Perum Bulog untuk memastikan harga beras dijual dibawa harga eceran tertinggi (HET) sekaligus memastikan ketersediaan beras. 

Baca juga: Belasan Polisi Nasional Timor Leste "Seruduk" SPN Polda NTT

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved