Rabu, 29 April 2026

Berita Manggarai

Tren Stunting di Kabupaten Manggarai Mengalami Penurunan

Sementara pada Februari 2020 kembali mengalami penurunan tercatat 6.184 kasus dan pengukuran Agustus 2020 tercatat 5.322 kasus. 

|
Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/CHARLES ABAR
Bupati Manggarai Hery GL.Nabit saat di temui usai gelar sidang di DPRD Kabupaten Manggarai pada Senin 20 Februari 2023 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Charles Abar

POS-KUPANG.COM, RUTENG - Pemerintah Kabupaten Manggarai ( Pemkab Manggarai ) melalui Dinas Kesehatan mencatat jumlah angka stunting terus mengalami penurunan.

Berdasarkan data pengukuran yang dilakukan sejak Februari 2019 tercatat 5.088 Kasus dan pengukuran pada Agustus 2019 mengalami peningkatan tercatat 7.049 kasus. 

Sementara pada Februari 2020 kembali mengalami penurunan tercatat 6.184 kasus dan pengukuran Agustus 2020 tercatat 5.322 kasus. 

Pada tahun 2021 pengukuran terakhir pada Agustus tercatat 4.841 kasus dan pengukuran Februari 2022 mengalami kenaikan dengan 5.320 kasus dan kembali turun pada pengukuran Agustus 2022 tercatat 4.313 kasus. 

Baca juga: Masa Sidang II DPRD Kabupaten Manggarai Resmi Dimulai 

Jika berdasarkan pemetaan Kecamatan pada pengukuran tahun 2022, kasus terbanyak ditemukan di Kecamatan Ruteng tercatat 999 kasus, disusul kecamatan Wae Ri'i dengan jumlah kasus 596.

Bupati Manggarai Hery Nabit menyampaikan Pemkab Manggarai terus melakukan upaya menekan, kerja kolaborasi dengan berbagai pihak.

"Kolaborasi akan terus dilakukan dalam upaya penurunan stunting di Kabupaten Manggarai dengan mengupayakan pemberian makanan tambahan, seperti beras yang sudah ada vitaminnya, " kata Bupati Hery Nabit kepada POS-KUPANG.COM, usia mengikuti sidang di DPRD Manggarai, Senin 20 Februari 2023

Selain itervensi yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten, pemerintah desa juga berperan penting sesuai dengan juknis penggunaan dana desa.

Baca juga: Bupati Hery Nabit Lantik 115 Pejabat di Lingkup Pemkab Manggarai

"Desa juga ikut serta, jadi dinas menjalankan program tapi juga memonitor semua karena pertanggungjawaban ini ada di Pemkab Manggarai," kata Hery Nabit.

Bupati Hery Nabit katakan, jika  dibandingkan dengan pengukuran Februari tahun lalu, dari angka  20 persen turun menjadi 16 persen pada pengukuran Agustus tahun 2022.

"Kita berharap pengukuran Februari 2023 ini menurun, karena kita target tahun 2024 sudah di bawah single digit yaitu 10 persen . Kita menargetkan melampaui terget Nasional yaitu 14 persen , " kata Bupati Hery.

Senada disampaikan oleh Sekertaris Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Martinus Oman. Pengukuran terakhir dilakukan pada Agustus 2022 mengalamai penurunan.

Baca juga: Restoran La Moringa Gandeng PMI Manggarai Barat Gelar Donor Darah di Labuan Bajo

"Untuk tahun 2022 mengalami penurunan 16 persen dari 20 %. Untuk tahun 2023 sementara berjalan hasilan akan kita lihat pada akhir Februari," kata Marten

Lebih lanjut Martinus menyampaikan, dari 570 Posyandu di Manggarai pada tahun 2023 ditargetkan untuk semua memiliki alat ukur standar seperti Antrometri.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved