Berita Kota Kupang

BDAK Rayakan Ulang Tahun Setelah 72 Tahun Berdiri 

Banjar Dharma Agung Kupang (BDAK) merayakan ulang tahun ke-72 di Pura Oebanantha Kupang, Minggu 12 Februari 2023. 

Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/MICHAELLA UZURASI
BANJAR DHARMA - Suasana perayaan HUT Banjar Dharma Agung Kupang ke-72 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Michaella Uzurasi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Banjar Dharma Agung Kupang (BDAK) merayakan ulang tahun ke-72 di Pura Oebanantha Kupang, Minggu 12 Februari 2023. 

Perayaan ini merupakan yang pertama kalinya diselenggarakan setelah paguyuban ini berdiri pada 10 Februasi 1951.

Koordinator Umum pelaksanaan HUT Banjar, I Gusti A Ngurah Suarnawa mengatakan, untuk perayaan kali ini belum banyak kegiatan yang dilakukan karena persiapan dalam waktu yang cukup singkat.

Baca juga: Tahun Baru 2023, Umat Hindu NTT Doakan Warga Terdampak Bencana Banjir dan Longsor 

"Kegiatan bakti sosial sedikit, langsung dilanjutkan dengan persiapan kegiatan ini. Ada ngayah, bapak - bapaknya mempersiapkan aneka makanan yang kita santap bersama, ibu - ibu juga belajar membuat meja jahitan membuat sarana persembahyangan, remaja putreri juga membuat banten, anak - anak putera membuat klakat dan sebagainya," kata Suarnawa. 

"Agar mereka terbiasa membuat kelengkapan sarana yang menunjang pelaksanaan ibadah umat Hindu khususnya," tambahnya.

Dikatakan, di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang sendiri anggota Banjar Dharma Agung Kupang sebanyak 557 KK dan 1957 jiwa. 

Baca juga: Ribuan Umat Rayakan Galungan di Pura Oebanantha Kupang

Ditahun - tahun yang akan datang, kata dia, kegiatannya akan berbeda dalam memupuk kebersamaan dan keakraban dalam paguyuban.

Ketua Banjar Dharma Agung Kupang I Nyoman Pasek Martika menjelaskan, Banjar adalah organisasi adat Bali yang diterapkan di Kota Kupang. 

"Apa yang menjadi adatnya kita, kita laksanakan bersama - sama supaya menjadi ringan. Tapi tetap juga kita harus melaksanakan hubungan dengan masyarakat lain. Di ajaran kami diajarkan hubungan manusia dengan manusia, manusia dengan Tuhan dan manusia dengan alam," ujar Nyoman. 

"Kalau antara ketiga ini salah satu saja kita tidak bisa menjaga, keharmonisan pasti jauh. Jadi kalau mau harmonis, jaga ketiga hubungan itu," tambahnya. 

Baca juga: Hari Raya Galungan, Perayaan Kemenangan Dharma atas Adharma

Perayaan ulang tahun BDAK ke-72 ini mengangkat tema "Mesimakrama dan Megibung Wujudkan Kebersamaan dan Persaudaraan".

"Mesimakrama itu kita bertemu, bercengkerama, ngobrol bersama, tukar pikiran, saling mengisi saling memberi. Megibung itu adalah adat Bali yang notabenenya kita membangun kebersamaan dan kekeluargaan dengan cara makan bersama. Disitu akan timbul keakraban, persaudaraan dan Kekuatan bahwa kita semua adalah keluarga," jelasnya. 

Sebagai organisasi adat Bali, BDAK tidak hanya berisi masyarakat beragama Hindu tetapi juga masyarakat Bali yang memeluk agama lain seperti Nasrani dan juga Muslim. (uzu)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved