Berita Timor Tengah Utara

DPRD TTU Sebut Ruas Jalan Manenu-Non Rusak Akibat Tidak Sesuai RAB

Wakil Ketua 1 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Timor Tengah Utara, Agustinus Tulasi angkat bicara soal kerusakan ruas jalan Maneno-Non.

Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/HO
TERBELAH - Ruas jalan Manenu-Non yang menghubungkan Kecamatan Biboki Selatan dan Biboki Feotleu, Kabupaten Timor Tengah Utara yang rusak terbelah. Padahal ruas jalan ini baru dilakukan pengerjaan peningkatan. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon

POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Wakil Ketua 1 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Timor Tengah Utara, Agustinus Tulasi angkat bicara soal kerusakan peningkatan ruas jalan Manenu-Non yang menghubungkan Kecamatan Biboki Selatan dan Kecamatan Biboki Feotleu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menurut Agustinus Tulasi, kerusakan jalan itu diduga pembangunannya tidak sesuai RAB. Karena, apabila disebabkan oleh intensitas hujan, ucapnya, mengapa pembangunan jalan yang lain tidak mengalami kerusakan seperti yang terjadi pada ruas jalan Manenu-Non.

"Saya hanya aneh saja ketika kita memperjuangkan hal hal yang benar kok bilang, oh ini bencana. Gempa di Maluku sana masa dia di sini sendiri yang retak," bebernya saat diwawancarai, Sabtu, 21 Januari 2023.

Baca juga: Tak Hadiri Audiens, PMKRI Cabang Kefamenanu Layangkan Mosi Tidak Percaya Terhadap Pimpinan DPRD TTU 

Anggaran pembangunan ruas jalan tersebut, lanjutnya, semula sebesar Rp 2.500.000.000. Seiring berjalannya waktu, anggaran pembangunan ruas jalan tersebut kemudian diturunkan menjadi Rp 1. 700. 000. 000 lebih.

Anggaran itu, kembali diturunkan Rp 1. 500.000.000. Setelah mendengar klarifikasi dari kontraktor akhirnya diketahui bahwa anggaran pembangunan jalan itu sebesar Rp 1. 073.925.000.

"Tidak boleh Negara mengingkari bahwa jalan ini pernah bencana lalu ini itu. Kan jalan konstruksinya bisa dilakukan sesuai dengan jenis kontur tanah yang dilakukan dengan uji laboratorium," bebernya.

Apabila terjadi karena longsor, lanjut Agustinus, mengapa hal ini tidak diantisipasi sejak dini perihal kontur tanah dan lain sebagainya.

Baca juga: Imbas Peristiwa Tanah Longsor di Rumah Warga, Anggota DPRD TTU Desak Pemda Segera Bertindak 

Oleh karena itu, Agustinus Tulasi meminta pemerintah untuk melakukan survey untuk mengkaji apakah hal ini disebabkan oleh bencana atau konstruksi.

Dalam menjalankan fungsi pengawasan, Ia tidak mau menyebut kerusakan pembangunan jalan ini disebabkan oleh bencana. Pasalnya, hal tersebut bukan domainnya DPRD.

Ia meminta kerusakan tersebut diperbaiki dengan baik. Pasalnya DPRD akan turun ke lokasi untuk melakukan cross check.

Pada saat itu,Agustinus Tulasi juga mengaku kaget dan merasa aneh ketika mendengar informasi bahwa peningkatan jalan Manenu-Non yang baru dikerjakan tersebut rusak.

Sejak dipilih menjadi anggota DPRD, Politisi Partai Golkar ini menegaskan bahwa, dirinya selalu memperjuangkan agar ruas jalan tersebut bisa diperbaiki.

Pasalnya, masyarakat beberapa desa di sekitar wilayah itu terisolir karena jalan tersebut mempersulit mereka ke pasar-pasar maupun wilayah lain meskipun kaya akan hasil bumi dan ternak.

Dikatakan Agustinus bahwa, pembangunan ruas jalan tersebut berasal dari dana Pokir (Pokok-Pokok Pikiran Anggota DPRD) DPRD.

"Oleh karena itu, saya tidak mau ada semacam diskriminatif bahwa ini karena Pokir, jadi nanti ada anggota DPRD ini dia punya nama yang melengking naik dan lain sebagainya, saya tidak mau seperti itu," ungkapnya.

Dengan demikian, melalui pembangunan yang berkualitas, Agustinus berharap agar masyarakat setempat bisa menikmati hasil pembangunan itu.

Baca juga: DPRD TTU Desak Pemerintah Daerah Percepat Realisasi Belanja APBD

Sementara itu, Bupati Timor Tengah Utara, Drs. Juandi David saat diwawancarai mengatakan, peningkatan ruas jalan Manenu-Non merupakan anggaran tahun 2022 lalu.

"Memang itu sudah dikerjakan. Baru-baru ini kan ada gempa bumi juga. Di TTS juga terjadi jalan rusak. Dan itu juga kalau menurut saya itu adalah bencana," ujarnya.

Ia menambahkan, apabila kerusakan jalan itu disebabkan oleh bencana, hal ini disimpulkan harus sesuai dengan prosedur.

"Kalau bukan bencana dia punya keadaan bukan begitu. Itu karena bencana jadi tanah terbelah," tukasnya.

Hal ini akan dikoordinasikan dengan pihak BPBD Kabupaten TTU untuk menentukan sebab dari kerusakan itu adalah bencana.

Juandi merasa, kerusakan ruas jalan itu bukan disebabkan oleh pekerjaan kontraktor yang terkesan asal-asalan.

"Itu bencana kalau menurut saya," tutupnya. (*)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved