Berita Kabupaten TTU

Audiens Utusan Masa Aksi Aliansi Mahasiswa Menggugat dan Pimpinan DPRD TTU Diwarnai Debat Panas

Aliansi Mahasiswa Menggugat Kabupaten Timor Tengah Utara dan Pimpinan DPRD di Lobi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) TTU diwarnai debat pan

Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM/Dionisius Rebon
AKSI - Aliansi Mahasiswa Menggugat Kabupaten Timor Tengah Utara saat menggelar aksi demo di kantor DPRD TTU, Kamis, 15 September 2022. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon 

POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Momentum Audiens antara Aliansi Mahasiswa Menggugat Kabupaten Timor Tengah Utara dan Pimpinan DPRD di Lobi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) TTU diwarnai debat panas.

Debat panas antara Pimpinan DPRD TTU, Hendrikus F. Bana, Agustinus Tulasi dan utusan masa aksi ini bermula pasca Ketua Mandataris PMKRI Cabang Kefamenanu, Pricila Aquilla Bifel membacakan tuntutan masa aksi.

Saat itu, Ketua DPRD TTU, Hendrikus F. Bana meminta utusan pendemo untuk melakukan seremoni penyerahan tuntutan masa aksi tersebut.

Beberapa pimpinan OKP terlihat meminta bicara dan mengusulkan agar para pendemo yang berada di luar pagar kantor DPRD TTU diminta masuk ke halaman kantor dengan jaminan tidak dilakukan orasi serta keamanan. Meskipun demikian pimpinan DPRD TTU tidak menyetujui hal ini.

Ketua GMNI Cabang Kefamenanu, Yakobus Amfotis pada kesempatan itu juga meminta pimpinan DPRD TTU untuk menandatangi pernyataan menolak kenaikan harga BBM sebagaimana yang terjadi di beberapa daerah di wilayah Indonesia.

Baca juga: Kuliner Khas NTT: Pemburu Kuliner Khas Kupang, Yuk Nikmati Rebusan Kerang Oebelo yang Lezat

Pimpinan DPRD TTU, Hendrikus F. Bana, kemudian menolak menandatangani pernyataan tersebut pasalnya, keputusan menurunkan harga BBM adalah kebijakan pemerintah pusat.

Pihaknya berjanji akan menindaklanjuti tuntutan masa aksi tersebut berdasarkan mekanisme yang berlaku di tubuh DPRD TTU.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua I DPRD TTU, Agustinus Tulasi.

Anggota DPRD dari Fraksi Golkar ini meminta masa aksi untuk menghargai mekanisme dan prosedur yang berlaku di DPRD. 

Meskipun demikian, masa aksi menolak pernyataan pimpinan DPRD TTU dengan tidak menyerahkan tuntutan masa aksi sembari walk out dari lobi Kantor DPRD TTU dengan menyampaikan mosi tidak percaya terhadap DPRD TTU.

Selain itu, utusan masa aksi juga berjanji akan melakukan aksi demo berkelanjutan dengan mengerahkan lebih banyak masa lagi. (*)

Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS

aksi demo bbm ttu sdx
AKSI - Aliansi Mahasiswa Menggugat Kabupaten Timor Tengah Utara saat menggelar aksi demo di kantor DPRD TTU, Kamis, 15 September 2022.
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved