Breaking News:

Berita Lembata

Remaja yang Nyaris Diperkosa di Lembata Kesulitan Biaya Rujuk ke Rumah Sakit di Kupang

Dokter di RSUD Lewoleba telah mengeluarkan rekomendasi supaya SA yang kondisinya kritis dirujuk ke Kota Kupang untuk penanganan lebih lanjut. 

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Eflin Rote
Thinkstock/Artem Furman
Ilustrasi 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, RICKO WAWO

POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA - AN, ayah dari SA, remaja yang nyaris diperkosa di Kota Lewoleba, Lembata, kini sedang kesulitan mencari biaya rujukan anaknya itu ke rumah sakit di Kota Kupang. Dia mengakui biaya rujukan di Kupang cukup mahal. 

Dokter di RSUD Lewoleba telah mengeluarkan rekomendasi supaya SA yang kondisinya kritis dirujuk ke Kota Kupang untuk penanganan lebih lanjut. 

SA dirawat selama lima hari di RSUD Lewoleba. Remaja 15 tahun itu pun dipulangkan ke rumahnya karena biaya rumah sakit membengkak. 

Baca juga: Progres Proyek PEN di Ile Ape Meningkat, DPRD Lembata Minta Kontraktor Jaga Kualitas

"Biaya rumah sakit membengkak jadi dokter bilang sementara rawat jalan saja kalau belum rujuk," ungkap AN  ketika ditemui di Kota Lewoleba, Sabtu, 21 Januari 2023.

AN mengatakan anaknya belum begitu pulih. Dia sudah sadar tapi belum bisa bicara banyak karena kepalanya sakit. 

"Sudah sadar tapi untuk ajak omong tidak bisa karena kepala sakit. Sampai hari ini belum buka suara," ungkapnya. 

AN sedang berupaya mencari pinjaman tambahan uang untuk membawa anaknya ke Kupang. 

Bila uang sudah mencukupi, dia langsung membawa anaknya ke Kupang untuk perawatan lebih lanjut. 

Baca juga: Banyak Proyek Infrastruktur Kena Denda, Ini Permintaan Komisi II DPRD Lembata Kepada PPK

AN sudah mendapat informasi kalau pelaku percobaan pemerkosaan itu sudah diringkus aparat Polres Lembata.

Dirinya sangat berharap pelaku diproses hukum setimpal. Apalagi menurutnya, paguyuban Keluarga Ngada Nagekeo di Lembata juga menuntut polisi untuk proses hukum pelaku. 

Diberitakan sebelumnya SA nyaris menjadi korban pemerkosaan seorang lelaki yang berinisial RG, jika dirinya tidak melakukan perlawanan, Senin, 16 Januari 2023 lalu.

Kasus ini pun saat ini ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Lembata

Putrinya baru mengenal RG, siswa salah satu SMA swasta di kota yang sama, tiga hari yang lalu. RG tinggal dan menetap di Desa Pada, Kecamatan Nubatukan. Rupanya, perkenalan singkat melalui media sosial Facebook itu mengantarkan keduanya bertemu, setelah sebelumnya, saling kontak melalui inbox.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved