Natal 2022
Natal 2022, Keluarga Besar Abusur Lekedai Loi Lira Kota Kupang Gelar Perayaan Natal dan Tahun Baru
beberapa jemaat mengenakan dress code berwarna merah dan beberapa lainnya pun mengenakan dress code berwarna hitam.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Elisabeth Eklesia Mei
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Keluarga besar Abusur Lekedai Loi Lira Kota Kupang menggelar acara Natal dan tahun baru 2023 bersama dengan tema Maka Pulanglah Mereka ke Negerinya Melalui Jalan Lain (Matius 2:12).
Sementara sub Tema dari acara perayaan Natal Bersama ini yaitu Natal Membawa Kita Kembali Berjumpa Dengan Allah di Dalam Keluarga.
Acara perayaan Natal Bersama ini berlangsung di Gedung Gereja GMIT Horeb Perumnas Kota Kupang, Jumat 20 Januari 2023 malam
Baca juga: 100 Petugas Kebersihan Kota Kupang Dapat Pengobatan Gratis
Pantauan POS-KUPANG.COM, Sebelum acara di mulai, seluruh tamu undangan beserta jemaat mulai mengisi bangku di dalam Gereja diiringi dengan beberapa lagu rohani yang dibawakan oleh jemaat GMIT Horeb Perumnas.
Sesuai dengan yang diarahkan, beberapa jemaat mengenakan dress code berwarna merah dan beberapa lainnya pun mengenakan dress code berwarna hitam.
Acara ini diawali dengan ibadat syukur bersama yang dipimpin oleh Pdt. Meliana Bakker-Radja Tuka.
Dalam khotbahnya, Pdt. Meliana Bakker-Radja Tuka menyampaikan bahwa Natal dan tahun baru sudah dilewati, namun keluarga besar Abusur Lekedai Loi Lira hari ini merayakan natal dan tahun baru bersama dengan Merasakan suasana berbeda.
"Sukacita Natal menjadi hal yg berdampak untuk membawa kita kembali dalam keluarga dalam perjumpaan kita dengan Tuhan," kata Meliana
Baca juga: Komisi IV DPRD Kota Kupang Harap Kantor Dinsos Tak Pindah ke Pinggir Kota
Meliana mengatakan Sesuai dengan tema kita yaitu Maka Pulanglah Mereka ke Negerinya Melalui Jalan Lain dan sub tema yang direnungkan yaitu Natal membawa kita kembali berjumpa dengan Allah di dalam Keluarga.
"Hal ini bukan hal yang gampang. Karena banyak masalah yang ditemui dalam kehidupan kita. Baik dalam perkataan maupun dalam perbuatan.," ujar Meliana
Meliana menambahkan, Ketika bicara dan melakukan sesuatu tentu akan berdampak dan bisa saja menjadi masalah.
"Karena itu berbicara harus punya batasan. Maka ada kalimat bijak mengatakan omong kalau perlu, lakukan kalo berguna bagi hidup kita," ujar Meliana.
Dalam kehidupan keluarga, Meliana menambahkan, perkataan yang diikuti dengan perbuatan biasanya diikuti dengan dampak. Jika perkataan yang baik maka akan memberikan dampak baik, sebaliknya perkataan yang tidak baik akan memberikan dampak yang tidak baik.
Baca juga: DBD di Kota Kupang Turun, Retnowati Sebut Imbas dari Gerakan Pungut Sampah
"Makanya bicara itu yang perlu saja, bukan bicara yang tidak penting, " kata Meliana
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.