Hari Ibu 2022
Hari Ibu 2022, KPPI Provinsi NTT Gelar Seminar, Emi Nomleni: Saya Lebih Hebat dari Gubernur
Seminar yang dibuka oleh Asisten II Sekda NTT, Ganef Wurgiyanto A.Pi ini bertemakan Perempuan Berdaya Indonesia Maju.
Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Edi Hayong
Dia juga mengatakan, perlu ada dorongan atau motivasi kepada semua perempuan jadi pemimpin.
"Kita ini penolong, tapi apakah anda saya sudah jadi penolong bagi perempuan yang lain. Beri kesempatan bagi perempuan, gubernur memimpin itu struktur, tapi DPRD itu," katanya .
Terkait politik identitas, ia mengatakan, politik identitas pasti masih ada, tapi ini keberagaman dan punya ideologi Pancasila,
"Jika ada mayoritas dan minoritas masih ada perselisihan tapi kalau kita pegang ideologi maka kita bisa siapkan generasi bangsa yang lebih baik," ujarnya.
Rudi Rohi dari akademisi dalam pemaparan materi tentang perempuan dan kekuasaan mengatakan, di berbagai diskusi dirinya mengatakan, yang lebih berkuasa adalah perempuan NTT.
Dia juga menyampaikan soal proses pembentukan peradaban manusia hingga konteks pergerakan perempuan.
Sedangkan Ketua KPU NTT Thomas Dohu pada kesempatan itu menyampaikan soal perempuan dan politik, yang mana dalam pemilu sudah diatur bahwa keterwakilan perempuan 30 persen.
Baca juga: Peringati Hari Ibu, Ini yang Dilakukan oleh Ibu PKK di Nagekeo
"Pada pemilu, pencalonan maka sudah ditetapkan keterwakilan perempuan 30 persen. Kita juga merekrut panitia ad hoc dan wajib ada perwakilan perempuan," kata Thomas.
Dalam seminar ini, mendapat respon dari para peserta dengan mengemukakan sejumlah pertanyaan, pendapat dan saran.
Ferderika Kadja salah satu peserta seminar mempertanyakan soal gender yang masih menjadi hambatan.
Bangun Solidaritas Perempuan
Sementara itu Ketua Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Provinsi NTT, Ana Waha Kolin, S.H mengatakan, inti dari seminar itu adalah untuk membangun solidaritas antar perempuan politik agar berdaya bagi kemajuan Provinsi NTT.
Menurut Ana, solidaritas perempuan itu juga demi kepentingan banyak orang, terutama bagi perempuan, anak, laki-laki dan masyarakat pada umumnya.
Ana yang juga sebagai pimpinan Komisi I DPRD NTT ini mengatakan, seorang perempuan tidak sedang berpikir untuk dirinya sendiri, melainkan perempuan akan berjuang untuk banyak orang, seperti Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT), Kekerasan seksual, narkoba, perdagangan orang.
Baca juga: Memaknai Hari Ibu, Perempuan NTT Didorong Tidak Ragu Menampilkan Diri
"Termasuk pula perempuan dengan kekerasan ekonomi. Walaupun perempuan terus dan selalu disakiti, tapi sangat bersyukur karena regulasi sudah membentengi persoalan-persoalan perempuan," katanya.
Didampingi Sekretaris KPPI Provinsi NTT, Reny Marlina Un,S.E,M.M, Ana mengatakan, terkadang dengan semakin banyaknya regulasi, maka kenyataannya bahwa semakin banyak pula perempuan yang menjadi korban.
"Karena itu KPPI NTT tetap dan terus menggalang kekuatan di setiap lapisan masyarakat, baik laki-laki maupun perempuan untuk bersama-sama melakukan advokasi terhadap persoalan-persoalan perempuan juga persoalan-persoalan lainnya," ujar Ana.(yel)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS