NTT Terkini

Ribuan Warga Ramaikan Pentas Sagi So’a dan Larik Riung 2025 di Taman Budaya NTT

Event tahunan Ikatan Keluarga Ngada atau IKADA Kupang ini menjadi momentum berharga bagi masyarakat Riung dan Ngada

Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/YUAN LULAN
SOSOK- Sosok Wakil Ketua Panitia Pentas Budaya Sagi So’a dan Larik Riung 2025, Isidorus Lilijawa. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yuan Lulan

POS-KUPANG.COM, KUPANG- Ribuan warga tumpah ruah di UPTD Taman Budaya NTT, Sabtu (30/8/2025), untuk menyaksikan pentas budaya Sagi So’a dan Larik Riung 2025. 

Event tahunan Ikatan Keluarga Ngada atau IKADA Kupang ini menjadi momentum berharga bagi masyarakat Riung dan Ngada yang ada di Kota Kupang untuk merawat sekaligus memperkenalkan budaya leluhur kepada generasi muda.

Kepala Desa Lanamai I, Kecamatan Riung Barat, Kabupaten Ngada, Donatus Tala, mengatakan budaya adalah warisan yang tidak boleh ditinggalkan begitu saja.

 Ia menegaskan, masyarakat harus berani memperlihatkan jati diri melalui budaya.

“Selama ini banyak budaya kita hampir tenggelam karena tidak diperkenalkan kepada anak-anak. Saya berharap kita jangan malu menunjukkan budaya asli kita. Kita harus jadi diri sendiri dan bangga dengan warisan leluhur,” ungkap Donatus di sela-sela acara.

Baca juga: IKADA Kupang NTT Gelar Pentas Budaya Sagi So’a dan Larik Riung 2025

Donatus juga mengingatkan bahwa selain kekayaan seni dan tradisi, Riung memiliki potensi wisata alam kelas dunia, yakni Taman Laut 17 Pulau. 

Menurutnya, perpaduan budaya dan alam bisa menjadi daya tarik kuat untuk membangun kebanggaan daerah sekaligus mengembangkan pariwisata NTT.

Wakil Ketua Panitia Pentas Budaya, Isidorus Lilijawa, menjelaskan acara kali ini terasa istimewa karena untuk pertama kalinya digelar di Taman Budaya Kupang dengan antusiasme yang luar biasa.

“Kurang lebih 2.300 orang hadir. Ada warga IKADA Kupang, masyarakat Kota Kupang, dan semua pecinta budaya. Acara ini pesta budaya, pesta kegembiraan, pesta sukacita. Terbuka untuk siapa saja,” kata Isidorus.

Ia menuturkan, panitia menampilkan tiga jenis atraksi Larik Riung, juga pertunjukan Sagi dan tari-tarian tradisional Ngada. Semua ini, menurutnya, memiliki filosofi yang dalam.

Baca juga: Ratusan Warga IKADA Kupang Hadiri Kegiatan Tatap Muka Bersama Bupati Ngada, Andreas Paru

“Sagi dan Larik mengajarkan keberanian, militansi, ketahanan, dan semangat pantang menyerah. Nilai-nilai ini sangat penting untuk kita hidupkan di zaman penuh tantangan saat ini,” jelasnya.

Isidorus menekankan, tujuan utama pentas budaya ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana edukasi. 

Generasi muda diharapkan bisa mengenal akar budayanya di tengah derasnya arus globalisasi.

“Kami ingin anak-anak muda bisa menyaksikan, mencintai, dan bangga dengan budaya lokal. Meski hidup di tengah gempuran budaya global, identitas lokal tetap harus hidup, menjadi akar yang kuat bagi mereka,” tegasnya.(UAN)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved