Berita Sumba Barat Daya

Tomas Sumba Barat Daya Minta Pemprop NTT Beri Perhatian Lebih Sektor Pertanian Dan Pariwisata

Pasalnya sektor pertanian merupakan salah satu sektor andalan Kabupaten Sumba Barat Daya yang saat ini mengalami perubahan peningkatan  luar biasa.

Penulis: Petrus Piter | Editor: Rosalina Woso
FOTO POS-KUPANG.COM/PETRUS PITER
PELAKU - Tokoh salah satu wanita Sumba Barat Daya, Adriana Rangga Bela salah satu pelaku seni budaya Sumba Barat Daya, NTT  

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter

POS-KUPANG.COM, TAMBOLAKA - Tokoh masyarakat atau Tomas  Kabupaten Sumba Barat Daya menyambut gembira perayaan hari ulang tahun Propinsi NTT ke-64 di Desa Hameli Ate, Kecamatan Kodi Utara, Sumba Barat Daya, Selasa 20 Desember 2022.

Bagi mereka, perayaan HUT NTT  merupakan suatu kerhormatan dan kebanggaan masyarakat Sumba Barat Daya, NTT mendapat kepercayaan  Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, S.H dan Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi.

Perayaaan HUT NTT berlangsung di Desa Hameli Ate, Kecamatan Kodi Utara, Sumba Barat Daya. Semoga langkah gubernur NTT seperti ini terus.berlanjut pada tahun mendatang di kabupaten lain di NTT.

Tokoh masyarakat Sumba Barat Daya meminta ke depan,  pemerintah Propinsi NTT memberi perhatian lebih terhadap pembangunan sektor pertanian dan pariwisata di Kabupaten Sumba Barat Daya khususnya dan NTT umumnya.

Baca juga: 600 Kenshi Ikut Pemantapan dan Ujian Kenaikan Tingkat Perkemi di Sumba Timur

Pasalnya sektor pertanian merupakan salah satu sektor andalan Kabupaten Sumba Barat Daya yang saat ini mengalami perubahan peningkatan  luar biasa.

Hal itu tak lepas dari perhatian besar pemerintah Propinsi NTT dalam hal ini Gubermur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, S.H terhadap pengembamgan pertanian di Sumba Barat Daya.

Hal itu ditandai Gubernur  Laiskodat beberapa kali datang ke Sumba Barat Daya dan didampingi Bupati Sumba Barat Daya, dr.Kornelius Kodi Mete  berkeliling di Sumba Barat Daya untuk melihat secara langsung  perkembangan usaha tanam jagung dan hortikultura serta lainnya di Sumba Barat Daya.

Bahkan sempat bermalam di Desa Hameli Ate, Sumba Barat Daya.

Bagi kami masyarakat Kodi, Sumba Barat Daya, ini merupakan bentuk kecintaan, kasih sayang dan perhatian penuh bapak Gubermur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat terhadap kami masyarakat kecil daerah ini," kata  Aleks Radu Dawa, Adriana Rangga Bela dan Martinus Wakurkaka selaku tokoh masyarakat yang secara terpisah ditemui POS-KUPANG.COM di Desa Hameli Ate, Sumba Barat Daya, Selasa 20 Desember 2022 siang.

Baca juga: Wakapolres Sumba Barat Daya : Orang Tua Jemput  Anak-Anak Pelaku Pelemparan Mobil

Saat ini para petani Sumba Barat Daya sudah rajin mengolah lahan untuk menanam jagung. Kondisi itu berbeda dibanding sebelumnya dimana masyarakat malas mengolah lahan dan membiarkan lahan telantar begitu saja. Masyarakat justru berbondong-bondong pergi ke NTB untuk memanen jagung milik para petani NTB.

Kini perilaku masyarakat sudah berubah dengan mengolah lahan sendiri untuk menanam jagung. Hal itu tak lepas dari peran pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya dalam hal ini Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat Daya, dr Kornelius Kodi Mete dan Marthen Christian Taka, S.IP bersama jajarannya dan Gubernur NTT, Viktor Laiskodat, S.H dan jajarannya secara terus menerus menggerakan para petani mengolah lahan untuk menanam jagung.

Untuk mensukseskan usaha tanam jagung di Sumba Barat Daya pemerintah mendatangkan pembeli sehingga hasil produksi jagung langsung dijual kepada pengusaha dengan harga   bagus yakni Rp 4000/kg hingga Rp 5000/kg. Kini, kami berharap keadaan tersebut tetap dipertahankan dan dtingkatkan ke depan.

Hal itu untuk terus memacu petani terus menanam dan menanam jagung  karena dapat menambah penghasilan. Sebab produksi jagung langsung dipasarkan kepada pengusaha. Sebelumnya para petani malas membuka lahan luas menanam jagung karena tidak ada pembeli. Kalaupun ada dengan harga sangat rendah. Meski demikian, mereka meminta pemerintah Sumba Barat Daya dan Pemerintah Propinsi NTT terus memberi perhatian  dan dukungan teknologi agar usaha petani lebih sukses ke depan.

Ketiganya juga meminta pemerintah kabupaten Sumba Barat Daya dan Pemerintah Propinsi NTT memberi perhatian terhadap pengembangan usaha pariwisata di Sumba Barat Daya. Pasalnya Sumba Barat Daya memiliki potensi wisata hebat seperti pantai, perkampungan adat, pesta budaya dan lain-lain tetapi belum terkelolah secara maksimal. Mudah-mudahan dengan perayaan HUT NTT ke-64 di wilayah ini mendorong perhatian lebih besar Pemprop NTT membangun sektor pariwisata Sumba Barat Daya lebih maju ke depan.*

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved