Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Minggu 20 November 2022, Menjadi Raja Berarti Melayani
Renungan Harian Katolik berikut disiapkan oleh RP. Markus Tulu SVD dengan judul Menjadi Raja Berarti Melayani.
POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik berikut disiapkan oleh RP. Markus Tulu SVD dengan judul Menjadi Raja Berarti Melayani.
RP. Markus Tulu menulis Renungan Harian Katolik ini dengan merujuk bacaan pertama 2Samuel 5:1-3; bacaan kedua Kolose 1:12-20; dan bacaan Injil Lukas 23:35-43, Hari Raya Yesus Kristus Raja Semesta Alam.
Di akhir Renungan Harian Katolik ini disediakan pula teks lengkap bacaan Minggu 20 November 2022 beserta mazmur tanggapan dan bait pengantar Injil.
Selamat Hari Raya Tuhan Kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam bagi kita semua.
"Tuhan telah berfirman kepadamu: Engkaulah yang harus menggembalakan umat-Ku Israel dan engkaulah yang menjadi raja atas Israel. Demikian Daud dipanggil Tuhan dan kemudian semua tua-tua Israel mengurapi Daud menjadi raja atas Israel."
Di sini jelas bagi kita bahwa Daud adalah orang yang berkenan di hati Tuhan dan karena itu ia dipilih Tuhan menjadi raja atas Israel dan Daud diurapi.
Kata diurapi sebenarnya berarti juga dilantik atau ditahbiskan menjadi raja untuk memimpin Israel.
Panggilan dan pilihan menjadi raja pada dasarnya bukan untuk menjadi penguasa apalagi kesewenang-wenangan.
Tapi menjadi raja di sini berarti melayani bahkan melayani sampai dengan hati yang terluka.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Minggu 20 November 2022, Salib, Jalan Terindah Raja Kita
Bagi kita kaum beriman dalam kita menjalani hidup ini sebenarnya unsur yang paling hakiki yang menunjukkan keberimanan kita adalah "mengucap syukur dengan sukacita kepada Bapa, yang membuat kita layak mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang kudus di dalam Kerajaan Terang. Kita bersyukur karena Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Kristus sehingga kita ditebus yakni pengampunan dosa."
Di sini menjadi kian nyata bahwa kita menjadi orang-oŕang yang ditebus karena memang Allah sendiri telah mengambil inisiatif dan dengan kasihNya yang sempurna Ia menumpahkan darah dan menyerahkan nyawa supaya kita umat-Nya diselamatkan.
Memang benar bahwa kita diselamatkan karena kasih Allah yang total atas kita. Tapi sebagai orang beriman kita diminta untuk membalas kasih Allah itu dengan terus mengembangkan perbuatan-perbuatan baik, melakukan karya-karya amal dan bersikap peduli terhadap sesama karena memang untuk itulah kita dipanggil ke atas bumi ini.
Sebagaimana Daud dipanggil dan diurapi untuk memimpin dan melayani Israel, demikian juga kita dipanggil untuk melayani sesama dengan sepenuh hati.
Bahkan kita mesti tetap melayani dengan semangat kasih persaudaraan meskipun kadang atau bahkan pengurbanan kita tidak dihargai atau sama sekali tidak diperhitungkan oleh yang lain.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Minggu 20 November 2022, Yesus Sang Raja
Kita dipanggil tidak untuk disegani berlebihan bahkan sampai ditakuti karena kita terlampau berkuasa atau main kuasa.
Kita juga dipanggil tidak untuk menduduki posisi tinggi dan menginjak-injak bawahan karena kita punya kuasa.
Di sini kita ditegur Yesus Kristus raja semesta alam, karena kita memang telah tampil sebagai raja tapi secara salah. Kita menjadi raja untuk menguasai tidak untuk melayani.
Kita menjadi raja hanya untuk memerintah dan tidak serentak dengan menunjukkan sikap mengabdi. Kita menjadi raja hanya untuk menduduki tempat yang tinggi tapi tidak turun untuk menolong yang kecil dan yang dipinggirkan.
Di sinilah kontrasnya penampilan keteladanan Yesus Kristus sebagai raja semesta alam dengan raja-raja kecil pilihan rakyat, tapi ternyata menjadi penguasa kejam yang kembali menyengsarakan rakyat yang telah memilihnya.
Yesus Kristus disebut raja karena melayani umatNya sampai harus dengan menumpahkan darah dan menyerahkan nyawa. Agar umat-Nya ditebus dan diselamatkan.
Bagaimana dengan kita kaum beriman yang adalah kaum pilihan Allah yang hidup di dunia dewasa ini sekarang? Apakah kita bertingkah seperti pemimpin-pemimpin bangsa Yahudi yang mengejek Yesus, "Orang lain Ia selamatkan, biarlah sekarang Ia menyelamatkan diri-Nya sendiri, jika Ia adalah Mesias, orang yang dipilih Allah."
Baca juga: Renungan Harian Katolik Sabtu 19 November 2022, Upah Kesetiaan
Atau bertingkah seperti prajurit-prajurit yang mengolok-olok Yesus, "Jika Engkau Raja orang Yahudi, selamatkanlah diri-Mu."
Atau seperti salah seorang penjahat yang digantung bersama Yesus yang menghujat Yesus katanya, "Bukankah Engkau Kristus? "Selamatkanlah Diri-Mu dan kami!"
Demikianlah tingkah manusia yang arogan, yang tidak mau merunduk rendah melihat diri tapi selalu berupaya memojokkan yang lain meskipun hidupnya jauh lebih bobrok dari yang dikritiknya.
Hidup kita kaum beriman hendaknya menyadari bahwa setiap kita dipanggil untuk melayani dan bukan menguasai, untuk berkorban dan bukan merampas dan mengumpulkan.
Teks Lengkap Bacaan Minggu 20 November 2022

Bacaan Pertama: 2 Samuel 5:1-3
Mereka mengurapi Daud menjadi raja atas Israel.
Bacaan dari Kitab Kedua Samuel:
Sekali peristiwa datanglah segala suku Israel kepada Daud di Hebron. Mereka itu berkata, “Ketahuilah, kami ini darah dagingmu. Telah lama, yakni ketika Saul masih memerintah atas kami, engkaulah yang memimpin segala gerakan orang Israel.
Lagipula Tuhan telah berfirman kepadamu: Engkaulah yang harus menggembalakan umat-Ku Israel, dan engkaulah yang menjadi raja atas Israel.” Maka datanglah semua tua-tua Israel menghadap Daud di Hebron, lalu Daud mengadakan perjanjian dengan mereka di sana, di hadapan Tuhan. Kemudian mereka mengurapi Daud menjadi raja atas Israel.
Demikianlah Sabda Tuhan
U: Syukur Kepada Allah.
Mazmur Tanggapan: Mzm 122.1-2.4-5
Refr. Ku menuju ke altar Allah dengan sukacita.
1. Ku bersukacita waktu orang berkata kepadaku: Mari kita pergi ke rumah Tuhan. Sekarang kaki kami berdiri di gerbangmu, hai Yerusalem.
2. Kepadamu suku-suku berziarah, yakni suku-suku Tuhan, untuk bersyukur pada nama Tuhan sesuai dengan peraturan.
Bacaan Kedua: Kolose 1:12-20
Allah telah memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang terkasih.
Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Kolose:
Saudara-saudara, semoga kamu mengucap syukur dengan sukacita kepada Bapa, yang membuat kamu layak mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang kudus di dalam Kerajaan Terang.
Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang terkasih; di dalam Kristus itulah kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa.
Kristus adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, Dia adalah yang sulung, yang lebih utama dari segala yang diciptakan, karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di surga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana maupun kerajaan, baik pemerintah maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.
Ia ada mendahului segala sesuatu, dan segala sesuatu ada di dalam Dia. Dialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Dialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia lebih utama dalam segala sesuatu.
Seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia, dan oleh Dialah Allah memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi maupun yang ada di surga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus.
Demikianlah Sabda Tuhan
U: Syukur Kepada Allah.
Bait Pengantar Injil: Markus 11:9.10
Refr. Alleluya, alleluya, alleluya.
Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan! Diberkatilah Kerajaan yang datang, Kerajaan bapa kita Daud!
Bacaan Injil: Lukas 23:35-43
Tuhan, ingatlah akan daku, apabila Engkau datang sebagai Raja.
Inilah Injil suci menurut Lukas:
Ketika Yesus bergantung di salib, pemimpin-pemimpin bangsa Yahudi mengejek-Nya, “Orang lain Ia selamatkan, biarlah sekarang Ia menyelamatkan diri-Nya sendiri, jika Ia benar-benar Mesias, orang yang dipilih Allah!”
Juga prajurit-prajurit mengolok-olokkan Dia; mereka mengunjukkan anggur asam kepada-Nya dan berkata, “Jika Engkau raja orang Yahudi, selamatkanlah diri-Mu!” Ada juga tulisan di atas kepala-Nya, “Inilah Raja Orang Yahudi”.
Salah seorang dari penjahat yang digantung itu menghujat Yesus, katanya, “Bukankah Engkau Kristus?” Selamatkanlah diri-Mu sendiri dan kami!” Tetapi penjahat yang seorang lagi menegur dia, katanya, “Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah?
Padahal engkau menerima hukuman yang sama! Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita. Tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah.”
Lalu ia berkata kepada Yesus, “Yesus, ingatlah akan daku, apabila Engkau datang sebagai Raja!” Kata Yesus kepadanya, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama Aku di dalam Firdaus.”
Demikianlah Sabda Tuhan
U: Syukur Kepada Allah.
Renungan Harian Katolik lainnya
Ikuti berita Pos-kupang.com di GOOGLE NEWS