Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Minggu 20 November 2022, Salib, Jalan Terindah Raja Kita 

Renungan Harian Katolik berikut disiapkan oleh RP. Steph Tupeng Witin SVD dengan judul Salib, Jalan Terindah Raja

Editor: Agustinus Sape
Foto Pribadi
RENUNGAN - RP. Steph Tupeng Witin SVD menyampaikan Renungan Harian Katolik untuk Minggu 20 November 2022 dengan judul Salib, Jalan Terindah Raja Kita. 

POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik berikut disiapkan oleh RP. Steph Tupeng Witin SVD dengan judul Salib, Jalan Terindah Raja. Kita.

RP. Steph Tupeng Witin SVD menulis Renungan Harian Katolik ini dengan merujuk bacaan pertama 2Samuel 5:1-3; Kolose 1:12-20; dan bacaan Injil Lukas 23:35-43; Hari Raya Yesus Kristus Raja Semesta Alam.

Di akhir Renungan Harian Katolik ini disediakan pula teks lengkap bacaan Minggu 20 November 2022 beserta mazmur tanggapan dan bait pengantar Injil.

 

“Kulihat Tubuh mengucur darah
Aku berkaca dalam darah
Terbayang terang di mata masa
Bertukar rupa ini segera
Mengatup Luka” (Isa, Chairil Anwar, 1943)

Kita sedang berada di penghujung tahun liturgi tahun ini. Gereja merayakan Hari Raya Yesus Kristus Raja Semesta Alam.

Penginjil Lukas menyatakan bahwa Kristus yang tersalib adalah Raja bangsa Yahudi. Dimensi penderitaan Kristus sampai wafat-Nya di kayu salib menampakkan sekaligus urapan Imamat Sang Raja yang mengurbankan diri sebagai santapan keselamatan abadi. Apa maknanya?

Pertama adalah Raja bangsa Yahudi. Secara historis, karya keselamatan Allah dilakukan dalam bangsa Yahudi. Pemahaman raja di sini pun bukanlah pemahaman raja yang dimaknai oleh dunia secara politik. Bangsa Yahudi dipilih Allah sebagai simbol refleksi kaum beriman yang sesungguhnya juga mengarah kepada kita semua.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Jumat 18 November 2022, Yesus Marah

Kedua, penderitaan, wafat dan Imamat Kristus sebagai raja memberikan pemahaman kurban sejati. Yesus menunjukkan sebuah pengorbanan sejati kepada manusia.

Keagungan Tuhan sebagai Raja justru sangat terasing dari cara berpikir manusia yang berdimensi politik duniawi. Jalan Tuhan untuk menjadi agung tidak memenuhi harapan bangsa Yahudi yaitu membebaskan mereka dari represi kolonial Romawi.

Tidak ada bukti yang lebih kuat tentang martabat Yesus sebagai raja daripada ketika Dia tergantung tak berdaya di salib, diolok-olok, dicemooh oleh orang-orang yang sebenarnya hendak diselamatkan melalui kedatangan-Nya ke dunia.

Di sana, di bukit Kalvari, meski di tengah penderitaan yang dahsyat, Yesus mengungkapkan bahwa diri-Nya adalah satu-satunya pemegang kunci untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga.

Kepada penjahat yang bertobat, Yesus berbicara dengan kata-kata yang memang hanya dapat diucapkan oleh sesama anggota keluarga Kerajaan Surga, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus” (Luk 23:43).

Baca juga: Renungan Harian Katolik Jumat 18 November 2022, Waktunya Membarui Hidup

Kekristenan atau kemuridan tanpa sakit dan penderitaan tak mempunyai daya dan kekuatan untuk membebaskan. Kristus memang tidak mempunyai program dalam hal sistem politik atau sosial ekonomi. Tetapi dengan tegas, Ia menuntut kita murid-murid-Nya untuk menghidupi kebenaran itu di ranah politik dan kehidupan sosial.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved