Selasa, 5 Mei 2026

Berita Kupang

Bulan Kitab Suci Nasional, Lomba Paduan Suara Pria Dewasa Antar Wilayah Paroki Buraen Digelar

Lomba diselenggarakan dalam rangka Bulan Kitab Suci Nasional tingkat Paroki Santo Yohanes Pemandi Buraen tersebut dilansungkan di Aula Paroki

Tayang:
Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/RYAN TAPEHEN
Peserta Paduan suara Pria wilayah Tuatuka Paroki Buraen saat tampil Kamis 29 September 2022 malam. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Tapehen

POS-KUPANG.COM, OELAMASI - Tiga dari lima wilayah yang ada di wilayah Paroki Santo Yohanes Pemandi Buraen mengikutsertakan kaum bapak-bapak ikut lomba paduan suara.

Lomba yang diselenggarakan dalam rangka Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) tingkat Paroki Santo Yohanes Pemandi Buraen tersebut dilansungkan di Aula Paroki Kamis 29 September 2022 malam.

Peserta pertama dari wilayah Tuatuka yang berada di lingkungan pusat Paroki membawakan lagu wajib Gloria Misa de Angeli dan lagu pilihan Bersukacitalah dengan jumlah peserta sebanyak 20 orang.

Dengan mengenakan pakaian seragam atasan putih dengan celana hitam dipadu dengan selendang yang dikalungkan di leher.

Baca juga: DPRD Kabupaten Kupang Bahas Ranperda Penanggulangan Bencana

Walaupun latihan bersama dilakukan dalam waktu kurang dari dua minggu namun penampilan mereka cukup memukau tiga orang juri yang menjadi tim penilai dalam lomba paduan suara pria dewasa ini.

Pastor Paroki burain Romo Daniel Banamtuan juga ikut menyaksikan lomba paduan suara pria ini dan dengan penuh perhatian juga beberapa kali senyuman dan anggukan terlihat begitu antusias menyaksikan lomba.

Peserta kedua dari wilayah Buraen dengan lagu wajib yang sama dan lagu pilihan Knino-knino (Kudus) lalu peserta ketiga dengan lagu wajib dan pilihan yang sama dengan wilayah Buraen.

Dengan pakaian yang sama dengan wilayah tuatuka mereka juga antusias dan begitu energik dalam menyanyikan dua lagu yang dilombakan malam ini.

Baca juga: Warga Korban Seroja Desa Saukibe Amfoang Minta Pemerintah Kabupaten Kupang Bangun Sekolah

Walaupun dengan jumlah peserta paling sedikit yakni 14 orang namun mereka mampu mengundang tepuk tangan riuh dari para penonton dengan suara merdu mereka yang juga diiringi dengan musik.

Bahkan beberapa kali terdengar siulan dan tepukan tangan penonton menambah riuh lomba ini begitu mereka selesai membawakan lagu.

Peserta dari wilayah Sonraen tampil cukup beda pada malam lomba itu dengan meninggalkan teks lagu mereka dan mengenakan atasan merah batik.

Dengan begitu percaya diri mereka tampil membawakan lagu wajib dengan begitu tenang.

Saat membawakan lagu pilihan dengan judul yang sama dibawakan oleh wilayah Buraen lagu dengan irama yang  semangat ini cukup membuat penonton puas.

Ada dua wilayah yang sempat mendaftarkan diri namun tidak ikut berlomba yakni wilayah Retraen dan wilayah  Oesikam (Oekabiti, Hausisi, Ekam) karena kekurangan peserta dan persiapan.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved