Berita Timor Tengah Utara

Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa di Desa Letneno Ditingkatkan ke Tahap Penyidikan

Andrew menjelaskan bahwa, pihaknya akan melakukan pemeriksaan tambahan terhadap para pihak yang terlibat dalam pengelolaan keuangan dana desa tersebut

Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/DIONISIUS REBON
Kasie Pidsus Kejari TTU, Andrew P. Keya, S. H. Dalam keterangannya Andrew menyebut bahwa Kejaksaan Negeri Timor Tengah Utara secara resmi telah meningkatkan kasus dugaan korupsi dana desa Letneo tahun anggaran 2016-2021. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon

POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU- Kejaksaan Negeri Timor Tengah Utara secara resmi telah meningkatkan kasus dugaan korupsi Dana Desa Letneo tahun anggaran 2016-2021 dari penyelidikan ke tahap penyidikan.

Dalam kasus ini mantan Kepala Desa Letneo, Marianus Fkun, Penjabat Kades Letneo, bendahara desa, dan beberapa orang suplayer barang atau material serta pihak TPM telah diperiksa atas kasus dugaan Korupsi tersebut.

Demikian disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri Timor Tengah Utara, Robert Jimmi Lambila S.H.MH melalui Kasie Pidsus Kejari TTU  Andrew P. Keya S.H saat ditemui Selasa, 27 September 2022.

Perihal perkara ini Andrew menjelaskan bahwa, pihaknya akan melakukan pemeriksaan tambahan terhadap para pihak yang terlibat dalam pengelolaan keuangan dana desa tersebut.

Ia menegaskan bahwa, potensi kerugian keuangan negara atas kasus dugaan korupsi Dana Desa Letneo, masih didalami oleh Tim Penyidik Kejari TTU.

"Ke depan kami akan melakukan pemeriksaan terhadap pihak yang terkait dengan pengelolaan dana desa ini," ungkapnya.

Peningkatkan status kasus dugaan korupsi Dana Desa Letneo dilaksanakan pada bulan September 2022.

Baca juga: Terima Gaji Ganda, Ketua KPUD Dilaporkan ke Kejari TTU

Sebelumnya diberitakan, Kajari TTU, Robert Jimmi Lambila, S. H.M.H melalui Kepala Seksi Intelijen Kejari TTU, S. Hendrik Tiip, S. H, menegaskan, pihaknya akan segera menindaklanjuti laporan pengaduan BPD Desa Letneo perihal dugaan penyelewengan Dana Desa Letneo, Kecamatan Insana, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi NTT.

Ia menerangkan, Kejari TTU sebenarnya telah menindaklanjuti laporan pengaduan BPD Letneo sebelum liburan Idul Fitri 1443 Hijriah. Namun laporan itu baru terealisasi pada pekan ini.

Kajari TTU, kata Hendrik, telah mengeluarkan perintah untuk segera dilakukan percepatan pulbaket  atas laporan  pengaduan tersebut.

Ia menegaskan bahwa, pihaknya telah mulai melakukan pulbaket sejak Rabu, 18/05/2022 pekan lalu dengan melakukan konfirmasi bersama pihak inspektorat. 

Merespon hal tersebut, pada pekan ini Kejari TTU akan memanggil pihak terkait dalam laporan pengaduan oleh BPD dan masyarakat itu.

"Ternyata, LHP Inspektorat belum ditindaklanjuti oleh mantan kepala desa dan bendahara. Otomatis, kami akan panggil semua yang terkait di dalamnya. Jadi Minggu ini kita akan panggil," ucapnya.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved