Berita Nasional

Benny Harman Kesal Sebut Gubernur Lukas Enembe Coreng Citra Partai Demokrat: Ya, Harus Lepas Jabatan

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Benny K Harman melontarkan kekesalannya terhadap Gubernur Papua, Lukas Enembe yang terlibat kasus korupsi.

Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM
TANGGALKAN JABATAN - Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Benny K Harman menandaskan para pengurus dan kader partai yang terlibat korupsi maka otomatis jabatannya itu ditanggalkan. Hal ini terkait keberadaan Gubernur Papua, Lukas Enembe yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. 

POS-KUPANG.COM - Benny K Harman, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, melontarkan kekesalannya terhadap Gubernur Papua, Lukas Enembe yang terlibat kasus korupsi.

Dia mengatakan, tindakannya Lukas Enembe tersebut mencoreng citra partai. Padahal selama ini citra partai tersebut dibangun dengan susah payah.

Oleh karena itu, kata Benny K Harman, semua kader partainya yang terlibat kasus korupsi, termasuk Lukas Enembe, secara otomatis harus melepaskan jabatan dari pengurus partai.

Untuk diketahui Lukas Enembe kini tersandung kasus korupsi. Ia bahkan tetap ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK ( Komisi Pemberantasan Korupsi ).

Baca juga: Jadi Tersangka Kasus Korupsi, Lukas Enembe Undang KPK ke Jayapura: Saya Tidak Mau Tinggalkan Papua

Terhadap masalah tersebut, Benny K Harman mengatakan, Partai Demokrat punya tradisi. Tradisi partai tersebut adalah siapa pun pengurus yang terlibat korupsi, harus mundur dari jabatan yang diemban.

Begitu juga dalam kasus yang dihadapi Gubernur Lukas Enembe saat ini.

"Tradisi kami di Demokrat, begitu ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi, maka yang bersangkutan harus mundur dari jabatannya di Partai Demokrat,"

STOP PERKERUH MASALAH - Menko Polhukam, Mahfud MD diminta untuk stop memperkeruh masalah terkait dugaan penyalahgunaan keuangan negara oleh Gubernur Papua, Lukas Enembe. Permintaan itu disampaikan Roy Rening, Penasihan Hukum Lukas Enembe yang kini telah berstatus tersangka.
STOP PERKERUH MASALAH - Menko Polhukam, Mahfud MD diminta untuk stop memperkeruh masalah terkait dugaan penyalahgunaan keuangan negara oleh Gubernur Papua, Lukas Enembe. Permintaan itu disampaikan Roy Rening, Penasihan Hukum Lukas Enembe yang kini telah berstatus tersangka. (POS-KUPANG.COM)

"Siapa pun dan apa pun jabatannya dalam partai, ya harus legowo melepaskan jabatannya itu di partai," kata Benny saat dihubungi, Selasa 20 September 2022.

Menurut Putra Manggarai ini, Partai Demokrat tidak akan melindungi siapa pun kader yang terlibat dalam kasus penyalahgunaan keuangan negara.

"Partai tidak melindungi siapapun yang kena kasus korupsi," ujarnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved