Berita Rote Ndao
Sebagian Besar Daerah Pesisir Rote Ndao Budidaya Rumput Laut
kebanyakan mereka bisa di area pasang surut maupun di area yang agak dalam, tapi ibu-ibu biasanya lebih rajin dari laki-laki
Isnu juga mengakui, potensi rumput laut di Rote masih sangat besar, artinya potensi masyarakat pesisir dari SDM-nya sangat besar.
Yang disebutnya, ada pembudidaya yang memiliki lahan besar, jadi mungkin yang perlu adalah dari sisi dukungan anggaran.
Masih menurutnya, dukungan anggaran diperuntukkan untuk membangun kembali tekad, karena pengisi daya ini, yang membuat petani rumput laut bisa bertahan secara terus menerus.
"Tidak semuanya, ada juga yang ketika dalam pertumbuhan rumput lautnya, mereka semangat, tapi jika terjadi penyakit dan rusak, semangat itu mulai kendor dan hanya sebagian yang tetap bertahan dengan berbagai alternatif. Artinya itu yang betul- betul petani rumput laut," cetus Isnu.
Ia juga merincikan lokasi paling banyak dibudidayakan rumput laut. Di Kecamatan Landu Leko, Loaholu, Rote Barat, dan Rote Barat daya.
"Kecamatan-kecamatan tersebut, yang terbesar penghasil rumput laut. Kemudian diikuti Kecamatan Pantai Baru. Dan yang hampir tidak ada, itu hanya di Kecamatan Lobalain," terang Isnu.
Ia mengakui, dulu sempat ada di Kecamatan Lobalain, namun sekarang mata pencarian masyarakat berubah.
"Hasil rumput laut itu, kalau kita punya pendataan sampling produksi dari pembudidaya, datanya merata dan itu data tahun lalu. Hasilnya mencapai 16.000 ton," bebernya.
Cuman badai seroja yang kemarin itu, menghancurkan hampir 80 persen infrastruktur sarana prasarana yang ada, tali dan patok semua tercabut. Tetapi masyarakat yang seperti dibilang, setelah itu, mereka tetap melanjutkan produksinya," sambungnya.
Namun benar, kata Isnu, produksi rumput laut menurun, sampai dengan akhir tahun hanya 8.000 ton. (*)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS