Berita Nasional

Mahfud MD Gelar Konpers Minta Gubernur Papua Lukas Enembe Kooperatif dalam Kasus Dugaan Korupsi

Konferensi pers itu digelar Mahfud MD di Kantor Kemenko Polhukam Jakarta, Senin 19 September 2022, dan disiarkan secara langsung via Youtube Kompas TV

Editor: Agustinus Sape
YOUTUBE/KOMPAS.COM
KONPERS - Menko Polhukam Mahfud MD, Senin 19 September 2022, menggelar konferensi pers mengenai kasus dugaan korupsi yang melibatkan Gubernur Papua, Lukas Enembe. Didamping Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dan Kepala PPATK Ivan Yustiavandana, meminta Lukas Enembe kooperatif dan memenuhi panggilan KPK untuk diperiksa. 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam Mahfud MD menggelar konferensi pers khusus untuk meminta Gubernur Papua Lukas Enembe untuk kooperatif terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) yang hendak memeriksanya dalam kasus dugaan korupsi.

Konferensi pers itu digelar Mahfud MD di Kantor Kemenko Polhukam Jakarta, Senin 19 September 2022, dan disiarkan secara langsung via Youtube Kompas TV.

Mahfud MD menggelar konpers untuk menanggapi situasi yang memanas di Papua, di mana para pendukung Lukas Enembe menggelar demonstrasi untuk menentang penetapan Lukas Enembe sebagai tersangka kasus dugaan korupsi.

Mahfud MD didampingi Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata, Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana dan aparat terkait lainnya.

Mahfud MD menegaskan penetapan Lukas Enembe sebagai tersangka sama sekali bukan rekayasa politik melainkan murni kasus hukum, yakni adanya dugaan korupsi.

Bahkan dugaan itu bukan sebatas gratifikasi Rp 1 miliar, melainkan ada banyak kasus lainnya yang sedang ditelusuri. Misalnya terkait dana operasional pimpinan hingga dana pengelolaan Pekan Olahraga Nasional (PON), dan dugaan memiliki manajer pencucian uang. 

“Kasus Lukas Enembe bukan rekayasa politik, tidak ada kaitannya dengan parpol atau pejabat tertentu, melainkan merupakan temuan dan fakta hukum,” kata Mahfud dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin 19 September 2022.

Baca juga: Gubernur Papua Lukas Enembe Ditetapkan Tersangka Dugaan Gratifikasi, Kuasa Hukum Protes

Merujuk laporan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), kata Mahfud, ada 12 temuan penyimpanan dan pengelolaan uang yang tidak wajar oleh Lukas yang angkanya mencapai ratusan miliar rupiah.

Dari 12 temuan, PPATK menemukan dugaan transaksi setoran tunai ke kasino judi senilai Rp 560 miliar. Lukas diduga terlibat aktivitas judi di dua negara berbeda.

Lalu, PPATK juga menemukan setoran tunai Lukas dalam jangka waktu pendek dengan nilai fantastis mencapai Rp 5 juta Dollar Singapura.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved