Polisi Tembak Polisi

Jujur Mana, Bharada E & Ferdy Sambo Beda Keterangan di Rekonstruksi, Pengacara Brigadir J: Beruntung

Jujur Mana, Bharada E dan Ferdy Sambo beda keterangan saat rekonstruksi, Pengacara Brigadir J malah mengaku beruntung, lho?

Editor: Adiana Ahmad
TANGKAPAN LAYAR
Rekonstruksi Pembunuhan Brigadir J/ Foto Adegan rekonstruksi saat mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo (baju tahanan oranye) berhadapan dengan Bharada E (diperankan orang lain? - Jujur mana, Ferdy Sambo dan Bharada E beda keterangan saat rekonstruksi, Pengacara Brigadir J: Beruntung 

POS-KUPANG.COM - Fakta baru terungkap saat rekonstruksi pembunuhan Brigadir J. Terjadi perbedaan keterangan antara Bharada E dan Ferdy Sambo. Lalu jujur mana, Bharada E atau Ferdy Sambo. Namun, Pengacara Brigadir J, Martin Lukas Simanjuntak malah ngaku beruntung. Ada apa?

Perbedaan keterangan Bharada E dan Ferdy Sambo terjadi saat rekonstruksi di rumah dinas Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Bukannya kuatir atau cemas, Martin Lukas Simanjuntak, Pengacara Brigadir J malah mengaku beruntung. 

Ternyata karena posisi Bharada E sebagai justice collaborator. 

Baca juga: Polri Rilis Video Animasi : Ferdy Sambo Tembak Kepala Brigadir J dari Belakang

Apalagi, Ferdy Sambo dan tiga tersangka lainnya, sebelumnya pernah melakukan kebohongan.

Martin malah kuatir jika Bharada E di persidangan keterangan sama dengan Ferdy Sambo

Kalau ada perbedaan keterangan berarti Bharada E masih di jalan yang benar, hal tersebut dianggap Martin sebagai logika hukum yang tepat dalam kasus pembunuhan Brigadir J.

"Sejauh ini dari pendapat LPSK dan juga berdasarkan hasil rekonstruksi, perbedaan antara keterangan Elizer dan FS serta kawan-kawannya itu secara logika hukum wajib kami maknai sebagai hal yang positif," ujarnya, dikutip dari tayangan YouTube Kompas TV.

Selain itu, lanjut Martin hal tersebut malah menguntungkan bagi almarhum Brigadir Yosua Hutabarat.

Baca juga: Bharada E Mati-matian Tak Mau Ketemu Ferdy Sambo, Perannya Terpaksa Digantikan Satu Polisi

"Kenapa begitu? karena Eliezer yang menjadi justice collaborator (JC) ini adalah salah satu-satunya harapan kita, selain daripada bukti scientific Crime Investigation system melalui ilmiah maupun CCTV yang bisa membantah keterangan-keterangan bohong yang dikatakan 4 orang yang tidak bertanggung jawab ini," ungkapnya.

Empat orang tersangka yang dimaksud Martin adalah Putri Candrawathi, Kuat Ma'ruf, Bripka RR, dan Ferdy Sambo.

Dirinya pun mengaku tidak khawatir Bharada E berbeda keterangan dengan Ferdy Sambo.

Dengan catatan selama keterangan Bharada E berbeda dengan Ferdy Sambo, itu adalah hal yang positif.

Namun yang dikhawatirkan Martin adalah ketika suatu saat di persidangan Eliezer kesaksiannya sama dengan FS, dan itu yang perlu digarisbawahi.

Dirinya pun menambahkan soal skenario kebohongan yang digaungkan di publik yang pernah terjadi soal kasus Brigadir J.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved