Berita Rote Ndao

Manager SPBU Rote Barat Laut: Banyak Warga yang Belum Paham Android

pihaknya akan berusaha untuk memaksimalkan pelayanan dengan memberikan sosialisasi yang terbaik bagi masyarakat di Rote

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COMMARIO GIOVANI TETI
SPBU - Potret SPBU Sanggaoen, Kabupaten Rote Ndao yang masih sepi Konsumen. Rabu, 31 Agustus 2022. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Mario Giovani Teti

POS-KUPANG.COM, BA'A - Penerapan aplikasi MyPertamina untuk mengakses Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar dan partalite bersubsidi di SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) tentu berkaitan dengan Smartphone.

Kebijakan itu justru memunculkan pro dan kontra dari berbagai kalangan sejak rencana aplikasi ini diterapkan.

Bagi yang punya aplikasi silahkan bisa digunakan. Namun bagi konsumen yang tak punya aplikasi karena adanya keterbatasan, sementara dia berhak membeli BBM bersubsidi, maka harus ada mekanisme lain pembelian tanpa smartphone.

Baca juga: Selain TTU, Pertamina Buka Bertahap Daftar MyPertamina

Nah, ini kendala yang akan dihadapi masyarakat kurang pemahaman tentang penggunaan smartphone di Rote Ndao saat diperhadapkan untuk membeli bahan bakar minyak bersubsidi.

"Untuk pembelian BBM menggunakan aplikasi MyPertamina sendiri, di Rote ini masih banyak orang yang kurang mengerti teknologi, istilahnya belum paham aplikasi atau android lah," ungkap Manager SPBU Rote Barat Laut, Zamrud Putrama kepada POS-KUPANG.COM, Rabu, 31 Agustus 2022 di ruang kerjanya.

Ia menambahkan, mungkin kedepannya nanti, ada problemnya masyarakat banyak yang belum memahami aplikasi MyPertamina tersebut. Dikatakannya, jadi pencocokannya yang agak susah.

Tetapi apabila diterapakan, maka kata Dia, pihaknya akan berusaha untuk memaksimalkan pelayanan dengan memberikan sosialisasi yang terbaik bagi masyarakat di Rote.

Baca juga: Selain TTU, Pertamina Buka Bertahap Daftar MyPertamina

Lalu, untuk Persediaan yang ada di SPBU, disebutkan Zamrud, kebetulan lagi kosong, cuman sudah ada pengisian, jadi stok masih ada di sini, karena memang beberapa hari kemarin kosong. 

"Terkait kenaikan BBM, dari pihak kami, masih belum dapat info, dari pusat ataupun dari Rayon. Belum ada  pemberitahuan tentang kenaikan BBM yang diberitakan di Medsos," kata Zamrud.

Terpisah, Admin SPBU Sanggaoen, Risthy Thei saat ditemui menyampaikan bahwa akan siap mengikuti keputusan dari Pusat terkait Kenaikan BBM per tanggal 1 September 2022.

"Kalau memang harus naik, mau bagaimana, kita ikut saja," kata Risthy. 

Kemudian disebutkannya, di SPBU Sanggaoen sendiri, ada 3 Tangki Pertalite. Yang 2 tangki kapasitasnya 15.000 Liter dan 1 tangki lagi kapasitasnya 30.000 Liter.

Baca juga: Warga TTU Pengguna Mobil Perlu Daftar MyPertamina

"Kalau 2 tangki yang kapasitasnya 15.000 Liter, setelah selesai penjualan sampai habis, stoknya harus tersisa 500 Liter dan itu sudah tidak bisa disedot lagi atau dikeluarkan," terangnya.

"Untuk 1 tangki yang kapasitasnya 30.000 Liter dan terpakai sisa 2.000 Liter, 500 Liter masih bisa kasih keluar, yang tersisa 1.500 Liter dan tidak bisa dikasih keluar atau tidak bisa disedot lagi. Jadi stok sampai sekarang, yang bisa disedot 500 Liter," sambungnya.

Jadi di SPBU tersebut, dikatakan Risthy, penjualan minyak  pakai pembatasan per harinya, sampai 3.000 Liter. Apabila konsumen datang dan SPBU sudah ditutup, berarti pemakaiannya sudah sampai 3.000 Liter.

"Karena, kalau kita mau los (menjual terus), kita punya stok minyak tidak akan bisa sampai 1 bulan, paling 1 minggu sudah habis. Jadi minyak di sini bukan habis, tapi kita pakai batasan," sebutnya.

Masih menurut Rhisty, di SPBU Sanggaoen  menjual produk minyak, Dexlite, Pertamax dan pertalite yang merupakan kategori indusri. (*)

Ikuti berita Pos-kupang.com di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved