Berita TTU

Warga TTU Pengguna Mobil Perlu Daftar MyPertamina

QR Code dapat dicetak dan dibawa ke SPBU, sehingga tidak wajib mengunduh aplikasi MyPertamina atau membawa telepon genggam ke SPBU

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/HO-DOK.TRIBUN
APLIKASI - Ilustrasi Penggunaan MyPertamina di salah satu SPBU 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Perluasan penggunaan MyPertamina di Indonesia, khususnya NTT mulai diberlakukan. Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), menjadi salah satu wilayah pengguna MyPertamina yang mendaftar melalui website https://subsiditepat.mypertamina.id.

Mekanisme ini juga masih dikhususkan untuk kendaraan roda empat atau mobil dan belum untuk kendaraan roda dua.

Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Deden Mochammad Idhani menyampaikan ini, Jumat 22 Juli 2022.

Ia menegaskan lagi, pengguna kendaraan tidak wajib memiliki aplikasi MyPertamina, namun wajib mendaftar di website https://subsiditepat.mypertamina.id.

"Dan ini khusus untuk kendaraan roda empat saja," tegasnya.

Pendaftaran ini, jelasnya, adalah untuk pencocokan data antara yang didaftarkan oleh masyarakat dengan dokumen dan data kendaraan yang dimiliki.

Setelah terdaftar, masyarakat akan mendapatkan QR Code Unik yang akan diterima melalui email atau notifikasi di website https://subsiditepat.mypertamina.id.

QR Code ini pun juga dapat dicetak dan dibawa ke SPBU, sehingga tidak wajib mengunduh aplikasi MyPertamina atau membawa telepon genggam ke SPBU.

“Pada masa pendaftaran dan transisi ini, masyarakat masih tetap bisa membeli Pertalite dan Solar tanpa menggunakan QR code tersebut, namun kami tetap mendorong masyarakat agar mendaftarkan kendaraan dan identitasnya. Kami juga tegaskan kembali," kata Deden.

Ia menyebut selama ini terdapat penyaluran BBM bersubsidi yaitu solar dan BBM Penugasan yaitu pertalite tidak tepat sasaran yang dikonsumsi pengguna yang seharusnya tidak berhak.

Subsidi yang tepat sasaran ini menjadi penting, kata dia, mengingat pemerintah telah berkontribusi besar mengalokasikan dana hingga Rp 520 triliun untuk subsidi energi di tahun 2022.

Dalam memastikan subsidi energi dapat disalurkan tepat sasaran, jelasnya, Pertamina Patra Niaga harus mematuhi regulasi yang berlaku, seperti Peraturan Presiden No. 191/2014 serta Surat Keputusan (SK) Kepala BPH Migas No. 04/P3JBT/BPH Migas/KOM/2020. 

Selain itu Perpres No 191/2014 masih dalam proses revisi untuk penetapan pihak-pihak yang berhak mendapatkan subsidi. (*)

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved