Berita Kabupaten TTU
Balada Kurir TIKI di Wilayah Perbatasan RI-RDTL , Begini Suka Dukanya
kaget kurir perusahaan penyedia jasa pengiriman barang Titipan Kilat "TIKI" Cabang Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara
Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Ferry Ndoen
Walaupun dimaki-maki, anak kesepuluh dari 12 bersaudara ini dengan sopan dan ramah menyampaikan kepada penerima barang jika kiriman telah tiba di Kota Kefamenanu dan akan segera diteruskan kepada yang bersangkutan.
Tanpa basa-basi dan alasan yang jelas, penerima barang itu dengan serta-merta mematikan sambungan telepon.
Pada keesokan harinya, Bobby tetap menanti dengan penuh sabar informasi dari penerima barang itu.
Demi memastikan agar penerima barang berada di tempat dan siap untuk menerima barang ini, Bobby kemudian menghubungi kembali yang bersangkutan untuk memastikan keberadaannya.
Sekali lagi, perlakuan tidak menyenangkan dialami Bobby ketika sambungan selular diterima yang bersangkutan. Penerima barang kembali mengeluarkan kata-kata kasar dan memaki-maki dirinya.
"Dia sampai bilang, kamu itu cuma pembantu. Urusan saya dengan pengirim. Lalu saya bilang, iya saya memang pembantu tetapi barang ini harus diambil. Bapak saya tidak marah dan saya hargai bapak sebagai orangtua, tapi saya minta maaf bapak punya bahasa terlalu kasar untuk saya," ucap Bobby dengan tersenyum.
Baginya, kisah ini menjadi pengalaman paling berharga saat menggeluti profesi sebagai kurir TIKI selama 3 tahun lebih.
Di balik balada tersebut, Bobby selalu memetik pesan bahwa, orang yang menjalani setiap pekerjaan dengan cinta dan perjuangan pasti akan menuai hasil yang memuaskan.
"Saya selalu menikmati pekerjaan saya. Mengenai kesulitan, tidak ada," tukasnya. (*)
Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Kurir-TIKI-Cabang-Kefamenanu.jpg)