Berita TTS

Kejaksaan Negeri Timor Tengah Selatan Terbitkan SKP2 bagi Tersangka Adrianus 

Namun perempuan tersebut tidak mendengar panggilan anak korban dan tetap berjalan.

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/ADRIANUS DINI
TANGKAPAN LAYAR - Foto tangkapan layar vicon Jaksa Agung Muda Tipidum Setujui Permohonan Penghentian Penuntutan berdasarkan Keadilan Restoratif dari Kejari TTS atas nama tersangka Adrianus. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Adrianus Dini

POS-KUPANG.COM, SOE - Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum, Dr. Fadil Zumhana hari ini melakukan ekspose dan menyetujui permohonan penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif perkara tindak pidana atas nama Tersangka Adrianus Thius alias Adi yang disangka melanggar Pasal 80 ayat (1) Jo.

Pasal 76C Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang Atau Pasal 351 ayat (1) KUHP.

Hal ini kepada POS-KUPANG.COM, Disampaikan Kepala Seksi Intelijen Kejari TTS, I Putu Eri Setiawan, S.H, Selasa, 2 Agustus 2022.

Baca juga: Kasi Intel Kejari TTS Benarkan Kasus Internet Desa Sedang Dilidik

Terkait kasus tersangka Adrianus, Setiawan menjelaskan sebagai berikut.

Awalnya pada hari Jumat tanggal 31 Juli 2020 sekitar pukul 19.00 Wita, anak korban Irvan Alehandro Sipa bersama-sama dengan anak Samuel Charly Boineno dan saksi Kelvin Melanton Tusi pergi melayat ke Angel Missa yang beralamat di Matani Desa Kesetnana, Kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten TTS

Sesampainya dirumah duka, anak korban dan teman-temannya duduk sambil minum kopi. 

Kemudian sekitar pukul 19.30 Wita, setelah selesai minum kopi, anak korban memanggil seorang perempuan yang sedang melayani minuman bermaksud untuk mengembalikan gelas. Namun perempuan tersebut tidak mendengar panggilan anak korban dan tetap berjalan.

Tersangka Adrianus Thius yang merasa anak korban sudah bersikap tidak sopan, langsung mendekati anak korban dari arah depan dengan posisi saling berhadapan berjarak sekitar 1 (satu) meter sambil mengatakan: ”Ini saya punya adik nona, jadi jangan ganggu,".

Baca juga: Jaksa Kejari TTS Tahan Dua Tersangka Kasus Korupsi Landscape Kantor Bupati TTS

Merespon ucapan tersangka Adi ungkap Setiawan, anak korban menjawab bahwa dirinya tidak mengganggu anak perempuan yang dimaksud, melainkan hanya ingin mengembalikan gelas.

Mendengar jawaban anak korban terangnya, Tersangka menjadi emosi dan langsung menampar pipi kiri anak korban dengan tangan kanan terbuka sebanyak 1 (satu) kali. 

Kemudian Tersangka menendang anak korban dengan menggunakan kaki kanan sebanyak 1 (satu) kali dan mengenai paha kiri anak korban hingga anak korban terjatuh. 

Setelah itu, lanjut Setiawan Tersangka memukul ke arah wajah anak korban dengan menggunakan kepalan tangan kanan dan mengenai bagian bawah mata kiri anak korban. Akhirnya anak korban dan teman-temannya langsung pulang dan anak korban memberitahukan kejadian tersebut kepada bapaknya.

I Putu Eri Setiawan menjelaskan, pada saat kejadian, anak korban berusia 15 (lima belas) tahun sebagaimana Kutipan Akta Kelahiran Nomor: 5362/IST/6-17/WNI/CS.TTS/2011 tanggal 15 Desember 2012, yang ditandatangani oleh Drs. Frits S. D. Nenobais, SH selaku Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten TTS, yang pada pokoknya menerangkan: Irvan Alehandro Sipa lahir di Tunua tanggal 01 November 2005.

Baca juga: Kejari TTS Bersurat Ke Mahkamah Agung Terkait Putusan Kasasi Kasus Embung Mnelalete

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved