Berita NTT Hari Ini
BPS Beberkan Angka Penduduk Miskin di NTT Berkurang 37,7 Ribu
Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTT Matamira B. Kale banyak hal mempengaruhi penurunan jumlah penduduk miskin
Sementara Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) pada Februari 2022, TPAK di daerah perkotaan menurun sebesar 3,19 persen poin dibandingkan dengan Agustus 2021, sedangkan TPAK daerah perdesaan meningkat sebesar 1,03 persen poin.
Lalu untuk perubahan pekerja informal pada Februari 2022, sebanyak 76,14 persen orang bekerja pada kegiatan informal, turun sebesar 2,59 persen poin dibanding Februari 2021.
Perhitungan jumlah kemiskinan ini dengan metodelogi Konsep pemenuhan kebutuhan dasar. Dengan metode ini kemiskinan dihitung melalui perbandingan pengeluaran konsumsi rumah tangga dengan suatu garis kemiskinan.
Garis kemiskinan ini terdiri dari kemiskinan makan dan bukan makanan. Untuk makanan yaitu pengeluaran yang dihitung dengan konversi 2100 kalori. Sementara pengeluaran bukan makanan mencakup pengeluaran untuk perumahan, sandang dan kebutuhan pokok lainnya.
Baca juga: BPS Sampaikan Jumlah Penduduk Miskin NTT Turun
Informasi pengeluaran makanan dan bukan makanan dari Survei Sosial Ekonomi Nasional atau Susenas dengan menyajikan rata-rata pengeluaran per kapita per bulan. Setelah rata-rata itu didapatkan maka dibandingkan dengan garis kemiskinan.
Sementara garis kemiskinan per kapita pada Maret 2022 sebesar Rp 460.823 per kapita per bulan atau naik 5,31 persen dari Rp437.606 per kapita per bulan pada September 2021.
Peranan komoditi makanan terhadap Garis Kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan. Pada Maret 2022, komoditi makanan menyumbang sebesar 78,00 persen pada garis kemiskinan.
Ia menjelaskan, pada Maret 2022 rumah tangga miskin memiliki anggota 5 sampai 6 orang rumah tangga. Bila garis kemiskinan per kapita jika dikalikan dengan jumlah anggota rumah tangga maka didapatkan garis kemiskinan per rumah tangga. Pada Maret 2022 garis kemiskinan per rumah tangga Rp 2,7 juga per bulan.
Ia juga menyebut pada tingkat provinsi di Indonesia, NTT termasuk 25 provinsi dengan penurunan tingkat kemiskinan. 9 provinsi lainnya terjadi peningkatan kemiskinan. (Fan)