Berita NTT Hari Ini
Pengungsi Afganistan Lakukan Aksi Damai di Depan Kantor Kemenkum-HAM NTT
Mereka membawa poster dan spanduk yang bertuliskan antara lain mempertanyakan tidak ada lembaga internasional yang serius memikirkan masa depan mereka
Pemerintah hanya bisa membantu melakukan negosiasi dengan UNHCR untuk proses mereka selanjutnya.
"Setelah itu kami ketemu dengan UNHCR, tetapi mereka selalu katakan kalau negara yang lain tidak terima kami mereka tidak bisa paksa, lalu apa fungsi UNHCR sebagai pemerhati pengungsi yang selama ini tidak mendapatkan hak dasar, " ungkapnya kesal.
Baca juga: UNHCR Pastikan Memproses Resettlement Bagi Pengungsi Afghanistan yang Ada di Kupang NTT
Pengungsi lainnya Falzanah Husein mengaku bahwa mereka sudah capek dalam menuntut hak mereka.
"Kita sudah capek, sejak 2015 datang kesini sampai sekarang kita tunggu tidak ada proses, anak saya sudah 2 dan semua lahir di Kupang, saya kasihan karena nasib anak saya tidak ada kejelasan", ujarnya.
Ia bersama pengungsi lainnya memilih keluar dari Afganistan karena tidak merasa aman tinggal di sana. Perang dan konflik yang terus terjadi membuat mereka memilih untuk keluar dari negara tersebut.
"Afganistan sekarang sudah dikuasi teroris, disana perang terus terjadi, dan banyak sekali masalah tidak ada rasa aman bagi kami tinggal disana, " ucap Falzanah.
Falzanah sangat berharap Pemerintah Indonesia terkhusus Pemprov NTT dapat membantu menyuarakan para pengungsi ke UNHCR dan IOM agar mereka segera diproses untuk dipindahkan ke negara ketiga.(*)