Berita Manggarai Timur Hari Ini

Ambruk Bendungan Wae Laku Hilir, DPRD Desak Pemda Manggarai Timur Segera Lakukan Antisipatif 

bisa memperbaiki/membangun kembali bendung itu agar mereka bisa kembali mengerjakan sawah sebagai sumber hidup mereka. 

Penulis: Robert Ropo | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/ROBERT ROPO
Aloysius Sani bersama petani lain sedang memberikan keterangan, Jumat 16 Juni 20 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM, BORONG - Bendung Wae Laku Hilir di Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur ambruk dihantam banjir bandang di sungai Wae Laku. 

Jebolnya bendung itu pada bulan Januari 2022 atau sudah berlangsung enam bulan lamanya dan belum diperbaiki.

Akibatnya lahan persawahan Mbocok, Panganjai, Senggok,Lu'ang Sita, Mongkol, Melabom, Gurung, bahakan sebagian persawahan di Toka kering dan tidak bisa digarap oleh puluhan petani pemilik dari sebagian Desa Golo Kantar, Nanga Labang dan Desa Compang Ndejing. 

Sekitar 40 lebih petani dari ketiga desa ini menderita karena tidak bisa mengharap lahan sawah mereka itu. Karena itu para petani berharap kepada Pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten Manggarai Timur yang terhormat untuk bisa memperbaiki/membangun kembali bendung itu agar mereka bisa kembali mengerjakan sawah sebagai sumber hidup mereka. 

Baca juga: Panitia Pastikan Final Open Turnamen Bupati Cup Mabar 2022 Berlangsung Seru

Terkait dengan hal ini, DPRD Kabupaten Manggarai Timur mendesak kepada Pemerintah Daerah untuk segera mengambil langkah antisipatif guna mengatasi bendung tersebut sehingga warga petani bisa kembali mengerjakan lahan sawah mereka itu dengan menanam padi. 

Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Timur, Tarsisius Syukur kepada POS-KUPANG.COM, Jumat 17 Juni 2022 mengatakan, Terkait persoalan bendung Wae Laku yang rusak karena banjir itu, sebagai DPRD, Ia sudah menyampaikan ke dinas terkait yakni Kepala BPBD Manggarai Timur. Namun sampai saat ini tidak ada jawaban yang dapat mengatasi soal tersebut.

Politisi PKB ini juga mengatakan, di bendungan sawah Toka yang luas areal  sawahnya hingga ratusan hektar juga dihantam banjir dan mengalami kerusakan. 

Baca juga: Jumlah Penumpang di Bandara NTT Turun 6,73 Persen pada April 2022

Terkait bencana ini ia langsung menyampaikan kepada BPBD Manggarai Timur namun tidak dapat diatasi. Karena itu secara pribadi ia membantu mengatasinya dan kini para petani sudah bisa mengerjakan lahan padi sawah mereka. 

"Begitu bencana di bendungan Toka langsung saya sampaikan secara resmi ke BPBD Matim juga jawaban yang tidak dapat mengatasi soal, sementara kita tahu masyarakat hidup dari beras, kalau tidak diatasi peraktis ekonomi masyarakat lumpuh. Karena itu saya terpanggil untuk mengatasi walau secara darurat, alat berat saya pakai untuk mengeruk alur air dan kawat beronjong saya datangkan dari Surabaya, sekarang masyarakat sudah bernafas legah karena sudah mengarjakan sawah kembali,"tutur Tarsisius. 

Menurut Tarsisius, mestinya hal-hal yang berdampak buruk kepada masyarakat seperti ini langsung segera ditangani. 

"Sebagai DPRD dari Dapil Borong dan Rana Mese saya tidak pernah diam untuk terus menyuarakan persolan dasar masyarakat kita. Mudah-mudahan dengan kita  menyuarakan hal-hal seperti ini bisa membuka mata hati Pemda Matim untuk mengatasi berbagai persoalan masyarakat kita,"tutupnya.

Baca juga: Sasar Golongan Mampu Penyesuaian Tarif Listrik Berlaku Juli Mendatang

Anggota DPRD Manggarai Timur lainya, Rikardus Runggat, juga mengatakan, Pemerintah Daerah Manggarai Timur harus segera mengambil sikap untuk melakukan perbaikan atau pembangunan bendungan baru, agar para petani kembali mengolah  sawah mereka seperti sedia kala. 

"Kasian juga dengan petani yang hampir harapan hidup mereka dari hasil sawah. Pemda harus segera mengambil sikap untuk melakukan perbaikan,"ungkap politisi partai Hanura ini. 

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved