Berita Rote Ndao Hari Ini

Kodim Rote Ndao Alokasi Dana BTPKLWN, Ini Syaratnya

Program ini dilakukan sebagai bukti atas esksistensi pemerintah guna peduli dengan masyarakatnya.

Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM / HO-KODIM ROTE NDAO
SALURKAN - Proses penyaluran dana BTPKLWN kepada warga penerima oleh anggota Kodim 1627/Rote Ndao, di salah satu Makoramil, Jumat 8 April 2022 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Mario Giovani Teti

POS-KUPANG.COM, ROTE NDAO -Komando Distrik Milter (Kodim) 1627/Rote Ndao, mengalokasikan dana di titik penyaluran terkait Bantuan Tunai Pedagang Kaki Lima Warung dan Nelayan (BTPKLWN).

Program ini dilakukan sebagai bukti atas esksistensi pemerintah guna peduli dengan masyarakatnya.

Maksud dan tujuan dari penyaluran dana ini untuk mendongkrak pemulihan ekonomi yang mengalami kemerosotan akibat pandemi Covid-19.

Baca juga: Warga Jual Takjil di Depan Masjid Baiturrahman Bakunase, Kota Kupang

"Syaratnya penerima, yakni warga yang berprofesi sebagai Pedagang Kaki Lima (PKL) pemilik usaha warung atau rumah makan dan juga nelayan. Penyalurannya tidak menyeluruh ke semua warga. Namun selain ini, (BTPKLWN) ada juga bantuan lain yang diberikan kepada masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19," kata Komandan Distrik Militer (Dandim) 1627/Rote Ndao Letkol (Inf) Bayu Panji Bangsawan, kepada POS-KUPANG.COM Minggu,10 Maret 2022.

Menurut Dandim Bayu, karena bantuan yang disalurkan untuk menghidupkan kegiatan usaha, sehingga tak semua warga bisa menerima. Syarat dan kelayakan penerima adalah setiap warga yang terdata dan tercatat sebagai Pedagang Kaki Lima (PKL) pemilik usaha warung atau rumah makan dan juga nelayan.

Baca juga: 12 Zodiak Kesehatan Besok 11 April 2022, 4 Zodiak Sakit, Cancer hati-Hati Nyalakan Api

Nominal dana untuk target sasaran per orang yakni senilai Rp. 600.000. Tujuannya sebagai gebrakan dalam menghidupkan kembali jalannya perekonomian, imbas dari pandemi Covid-19.

"Layaknya seperti program-program lainnya yang sebelumnya sudah diterima masyarakat. Bahwa sifatnya membantu dan mendorong kembali kegiatan atau aktifitas perekonomian warga," tandas Dandim Bayu.

Ditambahkannya, tempo dan mekanisme pengalokasian, sudah dimulai sejak Jumat, 8 April 2022. Dikatakannya, itu hari pertama dan dilakukan di tiga titik berbeda. Dana disalurkan secara langsung kepada masyarakat penerima bantuan.

Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi NTT Belum Efisien Dibandingkan Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Untuk tiga titik yang sudah disalurkan, demikian Dandim Bayu, adalah di Makodimnya, serta dua Makoramil. Dengan total sasaran yang sudah menerima BTPKLWN adalah sebanyak 580 orang.

"Penyaluran hari pertama kepada 580 sasaran. Yakni, di Makodim dengan jumlah sasaran 210, semuanya tersalur. Begitu juga di Koromil 02/Pantai Baru, sebanyak 200 sasaran. Sedangkan di Koramil 03/Batutua, dari 200 sasaran, baru tersalur 170," tutur Dandim Bayu.

Jumlah keseluruhan target sasaran dalam penyaluran bantuan tersebut, dijelaskan Dandim Bayu yakni sebanyak 10.000 orang. Terhitung total dana yang dialokasikan senilai Rp. 6.000.000.000.

Baca juga: Kasus Narkoba di NTT, Sam Haning: Sudah Saatnya Pemerintah NTT Siapkan Rumah Rehabilitasi

"Anggaran yang diterima adalah Rp 6 Miliar sehingga total target penerima BTPKLWN adalah  10.000 orang. Di mana, masing-masing dibantu per orang senilai Rp. 600.000," kata Dandim Bayu, yang berharap bantuan yang disalurkan dapat dimanfaatkan sesuai peruntukannya.

Ia juga mengharapkan, kiranya bantuan ini hanya untuk stimulan (merangsang) dan dapat dipakai guna menambah modal usaha. Sebab, tujuan dari BTPKLWN hanya untuk mendorong kegiatan-kegiatan usaha yang terdampak pandemi Covid-19. (Cr.10)

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved