Berita Sumba Timur Hari Ini
Pasca Tinjau Banjir di Karera Sumba Timur, DPRD Jadwalkan RDP Dengan Pemkab
memanggil pihak pemerintah untuk agenda rapat dengar pendapat dalam waktu dekat mendengar terkait penanganan pasca bencana.
Penulis: Ryan Nong | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong
POS-KUPANG.COM, WAINGAPU - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumba Timur menjadwalkan rapat dengar pendapat dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) terkait penanganan banjir yang terjadi di wilayah itu.
Ketua Komisi C DPRD Sumba Timur, Ayub Tay Paranda mengatakan, pihak Dewan telah meninjau langsung kondisi masyarakat dan wilayah yang terdampak banjir pada Selasa, 1 Februari lalu.
Para anggota dewan dari Komisi C itu terdiri dari Ketua Komisi Ayub Paranda, Umbu Adry dan Umbu Yeston dari Fraksi Partai Golkar. Selain itu ada Umbu Yantho Diki Dongga dari Fraksi Nasdem, John David dari Fraksi PDI Perjuangan, Yosua K. Maujawa dari Demokrat dan Evaproditus Kamulung dari PAN.
Baca juga: Sidang Gugatan Rp 4,3 Miliar ke RSUD Umbu Rara Meha Ditunda
"Kita sudah lakukan peninjauan di lokasi banjir dan berdialog dengan masyarakat terdampak. Kondisinya sudah berangsur pulih," ujar Ayub kepada POS-KUPANG.COM, Jumat 4 Februari 2022.
Ia mengatakan, pihak Dewan mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan pemerintah daerah dalam menangani situasi darurat. Namun demikian, pihaknya juga akan memanggil pihak pemerintah untuk agenda rapat dengar pendapat dalam waktu dekat mendengar terkait penanganan pasca bencana.
Banjir bandang yang menerjang wilayah bagian Selatan Kabupaten Sumba Timur, khususnya di Desa Praimadita dan Desa Ananjaki Kecamatan Karera pada Senin 28 Februari 2022 telah surut.
Baca juga: Buser Polres Bekuk Residivis Curat di Kampung Arab Sumba Timur
Sekretaris Camat Karera, Immanuel Takanjanji sebelumnya menyebut sejak Rabu 2 Maret 2022 pagi, warga sudah dapat beraktivitas pasca membersihkan endapan lumpur dan sisa banjir di kediaman masing masing.
Banjir tersebut menyebabkan sebanyak 150 KK di Desa Praimadita dan 50 KK di Desa Ananjaki terdampak secara langsung. Selain itu, empat rumah warga juga dilaporkan mengalami kerusakan.
Banjir yang disebabkan tingginya curah hujan di wilayah itu juga mengakibatkan setidaknya 11 hektar lahan pertanian rusak. Lahan pertanian yang rusak didominasi lahan persawahan.
Immanuel Takanjanji mengatakan, akibat banjir yang terjadi, kini terbentuk jalur aliran sungai baru yang mengarah ke rumah warga dan jalan raya khususnya di wilayah Desa Praimadita.
Baca juga: Dua Desa di Kecamatan Karera Sumba Timur Diterjang Banjir
Selain itu, sebagian jalan raya di Dusun Manu Pandak Desa Praimadita yang menjadi lintasan utama menuju wilayah itu juga kini terancam putus karena terkikis banjir.
Karena itu, pemerintah desa dan masyarakat berharap agar dilakukan normalisasi aliran sungai khususnya sungai Tiu yang berada di wilayah Desa Praimadita hingga ke laut.
"Kita berharap kondisi ini agar dapat dilakukan normalisasi.Jika tidak cepat diantisipasi maka diperkirakan suatu saat dusun itu menjadi sungai akibat dari setiap tahun sungai itu terkikis dari banjir," sebut Immanuel Takanjanji.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumba Timur Mikhail Jaka Laki mengatakan pemerintah daerah bergerak cepat untuk melakukan tindakan emergency terhadap bencana banjir yang menerjang dua desa itu.
Baca juga: Ini Kronologisnya Saat Buser Polres Sumba Timur Bekuk Residivis Curat di Kampung Arab