Berita Pemprov NTT
DPD Bintang Muda Indonesia Dukung Pemecatan Jefri Riwu Kore dari Keanggotaan Partai Demokrat
Demonstrasi simpatisan Jefri Riwu Kore yang menghina ketua umum dan wakil ketua umum merupakan tindakan yang tidak patut
Penulis: Ryan Nong | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong
POS-KUPANG.COM, WAINGAPU - Ketua Dewan Pimpinan Daerah Bintang Muda Indonesia provinsi NTT (DPD BMI NTT) Adrianus Oswin Goleng memberikan komentar terkait aksi demonstrasi yang dilakukan oleh simpatisan Jefri Riwu Kore pada 3 Februari 2022 di Mapolda NTT.
Dalam rilis yang diterima POS-KUPANG.COM, Oswin Goleng menyebut bahwa MUSDA DPD Partai Demokrat NTT telah usai dengan menetapkan Leonardus Lelo sebagai Ketua DPD Partai Demokrat NTT.
Proses MUSDA, jelas dia, sudah sesuai dengan mekanisme partai yaitu berdasarkan AD/ART dan PO partai Demokrat.
Baca juga: 30 Unit Konsentrator Oksigen Didonasikan GoTo ke Pemprov NTT
Karena itu, pihaknya berharap agar semua elemen dapat berjalan bersama untuk kembali membangun kejayaan Partai Demokrat di NTT.
"Mari sama-sama membesarkan partai demokrat di NTT. DPP Partai Demokrat punya pertimbangan dan kalkulasi matang sehingga menetapkan Pak Leo Lelo menjadi ketua DPD," tegas Oswin Goleng.
Pihak BMI NTT menduga aksi demonstrasi yang terus dilakukan oleh simpatisan kandidat ketua yang kalah disebabkan dua alasan.
Baca juga: Pemprov NTT Tidak Mau Berpolemik Pelantikan Wabup Ende
Pertama, Jefri Riwu Kore tidak mau legowo menerima kekalahannya, dan kedua Jefri Riwu kore tidak memahami mekanisme Partai.
"Kemungkinan pertama adalah pak jefri tahu mekanisme partai demokrat tapi tidak mau legowo dari kekalahan sehingga membiarkan simpatisannya membuat rusuh. Kemungkinan kedua adalah pak jefri tidak tahu mekanisme partai, sehingga saran kami perlu membaca lagi aturan dan mekanisme partai secara utuh," tegas Oswin Goleng.
Demonstrasi simpatisan Jefri Riwu Kore yang menghina ketua umum dan wakil ketua umum merupakan tindakan yang tidak patut dan merupakan dalil penghinaan.
Karena itu pihak BMI NTT mendesak pihak kepolisian untuk segera menangkap oknum-oknum tersebut.
Baca juga: BPK Ingatkan Pemprov NTT Segera Susun Laporan Keuangan
"Mereka bukan anggota partai atau kader partai. Karena jika kader partai mereka tentu tau bagaimana harus bersikap yaitu dengan mendorong Jefri Riwu Kore untuk melakukan gugatan ke mahkama partai. Ruang itu terbuka bagi setiap kader. Sayangnya ruang itu tidak digunakan, malah melakukan tindakan diluar dari mekanisme partai," tegas dia.
BMI NTT secara tegas menyebut para pendemo yang mengatasnamakan simpatisan Jefri Riwu kore hanyalah gerombolan pengacau yang memanfaatkan panggung dengan mengatas nama kebebasan berpendapat untuk memaksa, menekan dan merusak tatanan kehidupan tanpa memahami alur proses yang berjalan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.
"Jika pak Jefri terus membiarkan simpatisannya melakukan kerusuhan maka kami mendukung penuh agar DPP Partai Demokrat mengambil langkah dengan memecat beliau dari keanggotaan partai Demokrat. Jangan biarkan api dalam dalam sekam. Demokrat NTT tidak kehabisan stok kader. Masih banyak yang ingin bergabung dan mengabdi untuk kejayaan partai," tegas Oswin Goleng. (*)