Berita Kota Kupang
Longsor di Tenau Kupang Disertai Gemuruh, Dikira Bunyi Mobil Tronton Melintas
Longsor disertai suara gemuruh. Pegawai Kantor Seksi KPLP Tenau Kupang menduga bunyi kendaraan tronton.
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Tanah longsor terjadi di kawasan Pelabuhan Tenau Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis 20 Januari 2022 sekitar pukul 11.25 Wita.
Kantor Seksi Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Tenau Kupang, terdampak.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun bagian belakang Kantor Seksi KPLP Tenau Kupang tertimpa material longsor.
Pelaksana harian (Plh) Kepala Kantor Seksi KPLP Tenau Kupang Harry Husin mengatakan longsor terjadi akibat intensitas hujan yang tinggi.
Baca juga: Kapolda NTT: Saya Tidak Punya Kepentingan Dalam Kasus Astri Lael
Longsor disertai suara gemuruh. Pegawai Kantor Seksi KPLP Tenau Kupang menduga bunyi kendaraan tronton.
"Tadi para staf berpikir bahwa itu bunyi kendaraan tronton yang sering melintas, tetapi ternyata saat keluar terjadi longsor," kata Harry Husin saat ditemui di kantornya, Kamis siang.
Ia menjelaskan, longsor terjadi di lokasi parkiran kendaraan kantor KPLP.
Saat ini aktivitas perkantoran dipindahkan ke kantor pusat yang letaknya tepat di bagian atas dari Kantor Seksi KPLP Tenau Kupang.
Baca juga: 6 Pernyataan Kapolda NTT Irjen Setyo Terkait Kasus Astri Lael, Sebut Jaksa Tak Minta Outopsi Ulang
"Untuk sementara aktivitas di kantor seksi dipindahkan ke atas. Karena khawatir masih ada longsor susulan karena potensinya masih besar," tambah dia.
Pantauan ANTARA beberapa kali masih terjadi longsor kecil di lokasi longsoran tersebut, sehingga pengendara bermotor yang masuk ke kawasan itu harus lebih berhati-hati.
Sebelumnya Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan Kota Kupang dan tiga kabupaten lainnya di NTT masuk dalam daftar siaga prakiraan berbasis dampak hujan lebat.
Baca juga: Jejak Jaksa Kundrat Mantolas di NTT, Anaknya Pernah Diculik Tersangka
Berdasarkan informasi BMKG yang dikutip dari Kupang pagi, tiga kabupaten dimaksud adalah Kabupaten Kupang, Manggarai Barat dan Kabupaten Belu.
Berbagai dampak yang terjadi akibat dampak hujan lebat itu, menurut BMKG seperti jembatan yang rendah tak bisa dilintasi, terjadi longsor, guguran bebatuan atau erosi tanah dalam skala menengah.
Kemudian juga volume aliran sungai meningkat akibat banjir, aliran banjir berbahaya dan dapat mengganggu aktivitas masyarakat dalam skala menengah. (ant)