Berita Ende
Sampah dan Tulang Belulang Berseliweran di Pantai Mbongawani Kota Ende
Kondisi Pantai Mbongawani, Kota Ende, Kabupaten Ende, sangat memerihatinkan, Senin 17 Januari 2022.
Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Kanis Jehola
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oris Goti
POS-KUPANG.COM, ENDE - Kondisi Pantai Mbongawani, Kota Ende, Kabupaten Ende, sangat memerihatinkan, Senin 17 Januari 2022.
Pantauan POS-KUPANG.COM, banyak sampah dan tulang belulang berseliweran di pantai tersebut.
Sampah yang berseliweran seperti limbah rumah tangga, ranting dan dahan kayu, tulang belulang hewan serta sampah plastik.
Sampah yang paling banyak terlihat yakni sampah plastik berupa kemasan makanan dan minuman.
Baca juga: Pertama di Indonesia, Pengolahan Sampah di Ende Gunakan Teknologi
Sementara itu tulang belulang hewan dalam kondisi diselimuti lalat dan mengeluarkan bau tak sedap.
Menariknya, ada sejumlah anak - anak yang sedang bermain di pantai itu, namun tidak merasa terganggu dengan bau tak sedap.
Disambangi POS-KUPANG.COM, meraka mengaku sudah terbiasa dengan bau - bau tak sedap itu.
Selain itu, ada beberapa ekor kambing tanpa tali dibiarkan berkeliaran di pantai.
Seorang warga bernama Udin yang lewat di Pantai itu, mengatakan, mereka sudah terbiasa melihat banyak sampah di Pantai Mbongawani.
Baca juga: Produksi Sampah di Ende 33 Ton Per Hari, Ini yang Dilakukan Bupati Djafar
"Oh ini sudah biasa. Biasa yang bersih juga pegawai, dari dinas - dinas, tapi tidak lama pasti kotor lagi," ungkapnya.
Menurut Udin, sampah di Pantai Mbongawani, berasal dari berbagai tempat.
"Yah karena dekat pasar pasti orang pikir dari pasar saja. Tapi ada juga memang yang datang buang sampah ke sini, terus ada yang terbawa banjir ke sini, kalau hujan," kata Udin.
Untuk penangangan di Pasar Mbongawani, Udin berharap Pemerintah Kabupaten Ende, memperkuat fasilitas dan petugas kebersihan.
Menurutnya, sampah di Pasar Mbongawani, sering menumpuk dan lama baru diangkut oleh petugas kebersihan.
Akibatnya, ada pedagang yang terpaksa membuang sampah di Pantai Mbongawani. (*)