Breaking News:

Berita Pemprov NTT

Warga Desak Polda NTT Tangkap Aktor Lain Pembunuhan Astrid Manafe dan Lael

Para aktor lain yang terlibat dalam pembunuhan itu wajib ditangkap, dan diberikan hukuman setimpal.

Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/IRFAN HOI
Suasana demonstrasi di depan mapolda NTT  

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG -- Aliansi masyarakat yang tergabung dalam empat Organisasi Masyarakat (Ormas), Garuda Kupang, Triple X, Aliansi Timor Bersatu, dan Garda Flobamora menggelar aksi demontrasi di depan markas Kepolisian Daerah (Polda) NTT, Rabu 8 Desember 2021.

Sejumlah ormas itu mendesak Kapolda NTT untuk menangkap aktor lain dibalik kasus pembunuhan Astrid dan Lael, yang ditemukan tewas di lokasi penggalian SPAM Kali Dendeng beberapa waktu lalu.

Dalam orasi yang disampaikan, kasus pembunuhan Astrid dan anaknya Lael telah menjadi atensi masyarakat umum, sehingga mereka berjuang mencari keadilan, agar aktor utama, ataupun pihak yang terlibat harus segera ditangkap.

"Kami tidak sedang mencari panggung. Kami ada disini karena mau berjuang mencari keadilan atas peristiwa pembuhan Astrid dan anaknya Lael," tegas salah satu masa aksi dalam orasinya.

Baca juga: Pemprov NTT Salurkan Bantuan Seroja Untuk Kabupaten Sumba Timur

Menurutnya, penyidik Polda NTT harus menyelidiki kasus tersebut secara profesional dan transparan, serta memperhitungkan rasa kemanusian. Para aktor lain yang terlibat dalam pembunuhan itu wajib ditangkap, dan diberikan hukuman setimpal.

"Kami minta polisi menyelidiki kasus ini secara profesional dan transparan. Perbuatan biadab dan keji ini harus di kutuk. Sehingga penyidik harus menerapkan pasal seberat-beratnya. Kalau bisa hukuman mati," jelasnya.

Dalam orasi itu juga diduga, dalam kasus pembunuhan Astrid dan anaknya Lael tidak hanya melibatkan satu orang pelaku. Namun, dibaiknya masih terdapat pelaku lain, yang harus segera diselidiki pihak kepolisian, dan mengungkapkan secara terang menderang ke publik.

"Pelaku bukan hanya satu orang. Kami minta polisi selidiki kasus ini secara transparan. Semua yang terlibat harus ditangkap dan dihukum seadil-adlinya," terangnya.

Baca juga: Seniman di Kota Kupang Abadikan Wajah Astrid Manafe dan Lael dalam Lukisan

Berdasarkan sejumlah bukti petunjuk yang telah diserahkan pada pihak kepolisian, kasus tersebut merupakan sebuah pembunuhan yang sudah didesain dan direncanakan secara baik oleh pelaku dan sejumlah orang yang terlibat didalamnya.

"Sesuai bukti petunjuk, kasus ini mengarah pada pembunuhan yang sudah direncanakan. Sehingga semua pelaku yang terlibat dalam kasus ini harus ditangkap," ungkapnya.

Ia menambahkan, apabila dalam penerapan pasal polisi tetap menggunakan pasal 338, maka mereka akan tetap melakukan upaya hukum untuk menuntut keadilan.

"Kami akan lakukan upaya hukum untuk menuntut keadilan. Negara harus memberi atensi penuh pada kasus ini. Aparat juga harus bertindak profesional untuk menangkap pelaku lainnya yang terlibat dalam kasus itu," tandasnya. (*)

Berita Pemprov NTT Terkini

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved