Berita Lembata
Upacara Heban Koker : Melihat Dari Dekat Orang Atawolo Lembata Merayakan Hidup yang Harmonis
Koker juga menjadi semacam mesbah untuk memanjatkan syukur, memohon berkat, pengampunan dan menolak sakit penyakit.
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo
POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA--Tiga ekor kambing dibawa ke tengah-tengah kerumunan di depan sebuah rumah adat yang baru selesai dipugar.
Masing-masing kambing kemudian disembelih oleh tiga orang perwakilan Suku Namang Nalaulolo dengan sekali tebas pada leher kambing.
Semua orang menanti ritus ini. Alasannya, jika dalam sekali tebas, kepala kambing langsung putus maka itu pertanda leluhur merestui seluruh proses pemugaran rumah adat.
Jika sebaliknya, maka dipercayai ada proses yang salah dalam pemugaran rumah adat.
Syukurlah, orang-orang bersorak gembira karena leluhur telah memberi tanda tak ada proses yang salah melalui tiga ekor kambing tersebut.
Baca juga: PADMA Usul Nama Penjasa Otonomi Daerah Jadi Nama Jalan dan Fasilitas Umum di Lembata
Ritual menyembelih kambing atau Bel Mehuen Mitenen merupakan satu dari sekian banyak ritual Heban Koker Suku Namang Nalaulolo atau pemugaran rumah adat Suku Namang Nalaulolo di kampung lama (Lewmolu) Atawolo, desa Lusilame, Kecamatan Atadei, Kabupaten Lembata.
Secara fisik, rumah adat Suku Namang itu sudah selesai dipugar sehari sebelumnya. Namun, sejumlah ritual masih terus diselenggarakan dengan khidmat pada Selasa, 19 Oktober 2021.
Sebab itu, sejak pagi hari, orang Atawolo mulai berbondong-bondong masuk ke dalam kampung lama yang berada di bukit yang dikelilingi hutan rimba dan dikeramatkan sebagai tanah leluhur orang Atawolo.
Di depan rumah adat, perwakilan 12 suku yang ada di Atawolo duduk bersila sambil memperhatikan sang Molan (dukun) memberi makan leluhur dengan beras dan sirih pinang yang diletakan pada wikingai (semacam mangkuk kecil dari anyaman lontar), dan tuak di dalam motok dan konok (bambu yang diisi tuak). Upacara ini disebut etek nakar.
Sembari memejamkan mata dan mendongakkan kepala ke langit, Sang Molan melantunkan doa-doa syukur dalam bahasa Lamaholot. Etek nakar merupakan upacara sakral. Tidak boleh ada suara-suara mencolok yang mengusik.
Semua yang menyaksikan etek nakar bahkan tidak boleh mengeluarkan bersin yang mengganggu sepanjang upacara berlangsung.
Baca juga: Awan Berbentuk Cincin Nampak di Puncak Ile Lewotolok - Lembata
Etek nakar bertujuan memberi makan leluhur dan meminta persetujuan mereka supaya tidak ada gangguan-gangguan dalam keseluruhan proses.
Selanjutnya, dilangsungkan salah satu ritus paling penting yakni Doka Tua Magu yang berarti membawa masuk leluhur ke dalam rumah adat yang sudah dipugar.
Tugas ini dilaksanakan oleh Ata Kwinai, saudari perempuan dari Suku Namang Nalaulolo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/upacara-heban-koker.jpg)